Corona di Bantul Melejit, Pemkab Beberkan Hitung-hitungan Kapasitas Layanan Kesehatan

Ilustrasi. - Reuters
22 Juli 2020 20:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo membeberkan kesiapan fasilitas dan kapasitas layanan kesehatan menghadapi lonjakan Covid-19 di wilayah ini.

Untuk diketahui kasus Covid-19 di Bantul melejit. Pada Selasa (21/7/2020) ditemukan 23 warga Bantul terinfeksi Corona.

Disinggung mengenai kemampuan uji usap di di Bantul untuk mendeteksi Covid-19, Agus memastikan tidak ada kendala. Sebab, saat ini banyak petugas yang bisa melakukan uji usap.

“Untuk RSLKC [Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19] bisa mengambil swab sampai 200 per hari. Sedangkan di tiap puskesmas saat ini ada dua orang yang sudah kami latih dan bisa melakukan swab,” terang Agus, Rabu (22/7/2020).

Oleh karena itu, menurut Agus, adalah hal wajar jika saat ini ada penumpukan sampel yang harus diperiksa di BTKLPP Yogyakarta. “Oleh karena itu kami atur lagi, sebab BTKLPP juga melayani pengujian dari Jawa Tengah,” jelas Agus.

Agus juga menandaskan jika saat ini ketersediaan ruang isolasi untuk pasien positif Covid-19 masih mencukupi. Sebab, saat ini RSLKC yang punya kapasitas 50 tempat tidur, baru diisi 40 pasien. Selain itu ada beberapa rencana telah disiapkan oleh Dinkes mengatasi lonjakan pasien positif. Setidaknya ada tiga shelter yang telah disiapkan, yakni Gedung Loka Bina Karya Milik Dinsos, BLK milik Disnakertrans dan BPLP Pertanian.

“Adapun untuk orang yang saat ini dirawat, 80 persen adalah orang tanpa gejala. Sisanya komorbid dengan gejala,” ucap Agus.