8 Tenaga Kesehatan di Gunungkidul Terinfeksi Corona

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
22 Juli 2020 17:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jumlah pasien positif corona di Gunungkidul bertambah 10 kasus pada Rabu (22/7/2020). Tambahan ini didominasi oleh tenaga kesehatan sebanyak delapan kasus dan sisanya dua kasus merupakan warga kontak dengan pasien positif.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, ada tambahan sepuluh kasus. tambahan ini menyamai kasus penambahan terbanyak yang terjadi pada 7 Mei yang lalu.

Dia menjelaskan, penambahan ini dua berasal dari warga yang kontak dengan pasien positif. Sedangkan sisanya sebanyak delapan pasien positif berasal dari tenaga kesehatan yang merupakan hasil kontak dengan pasien positif. “Lima pasien baru merupakan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Sedangkan tiga lainnya berasal dari rumah sakit swasta,” katanya.

Meski demikian, Dewi tidak merinci tempat kerja para petugas medis. Ia hanya mengungkapkan bahwa delapan pasien ini ada yang bekerja di Gunungkidul dan luar daerah. “Sekarang sudah ada klaster baru lagi,” katanya.

Selain penambahan kasus positif, juga ada penambahan kematian dari orang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan sebanyak dua kasus. Total PDP yang meninggal sebanyak 35 orang. “Untuk penguburan juga dilakukan dengan standar Covid-19,” tuturnya.

Total hingga sekarang di Gunungkidul sudah dilakukan pengambilan uji specimen sebanyak 1.569 jiwa. Dari jumlah ini yang dinyatakan positif sebanyak 90 orang, satu pasien dinyatakan meninggal dunia dan 1.086 orang dinyatakan negatif. “Untuk pasien sembuh ada 54 orang, sedangkan sisanya sebanyak 35 orang masih menjalani perawatan,” katanya.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, untuk saat ada tren peningkatan kasus positif. Ia pun berharap seluruh elemen masyarakat harus tetap waspada dan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan pencegahan corona. “Disiplin jadi kunci dan jangan ada kesan malah menyepelekan penularan karena sudah banyak contohnya. Misal kalau mau menjenguk orang, jangan pada saat sakit, tapi pas sehat saja,” katanya.

Disinggung mengenai penularan kasus di lingkup tenaga kesehatan, untuk saat ini bukan berasal dari hasil pemeriksaan pasien, namun karena adanya riwayat perjalanan dari salah seorang tenaga kesehatan hingga menularkan ke yang lainnya. “Para tenaga kesehatan juga tetap harus menjalankan protokol kesehatan, sama seperti dengan masyarakat umum lainnya,” katanya.