Gerindra DIY Belum Putuskan Dukungan untuk Pilkada Gunungkidul & Sleman

Ketua DPD Partai Gerindra DIY Nuryanto. - Harian Jogja/Sunartono.
23 Juli 2020 02:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Partai Gerindra DIY menegaskan belum menetapkan dukungan untuk pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Sleman dan Gunungkidul. Penentuan dukungan bakal paslon yang diusung akan ditetapkan melalui hasil fit and proper test mengingat peminat calon yang ingin menggunakan bendera Gerindra di kedua daerah ini lebih dari satu.

Ketua DPD Partai Gerindra DIY Brigjen (Purn) Nuryanto menjelaskan pihaknya ingin meluruskan kabar yang beredar bahwa Gerindra telah menetapkan dukungan terhadap sosok tertentu untuk Pilkada Gunungkidul dan Sleman. Ia memastikan hingga Rabu (22/7/2020) belum ada kepastian. Alasannya di kedua daerah ini ada calon lebih dari satu yang ingin diusung Gerindra sehingga pihaknya harus memilih secara matang. Berbeda dengan dengan Bantul karena hanya satu pasangan yaitu Suharsono - Totok sebagai calon yang didukung Gerindra sekaligus incumbent.

"Sampai hari ini untuk cabup dan cawabup yang diajukan oleh DPC Gerindra Bantul ternyata hanya satu pasangan, ini yang kami dukung. Sleman kami belum bisa menjelaskan siapa paslon yang kami usung karena masih dinamis. Sedangkan untuk Gunungkidul ada dua calon [bakal calon bupati] yang mendaftar ke Gerindra yaitu Profesor Sutrisna Wibawa dan Mayor Sunaryanta, tetapi kami belum memilih siapa," ungkapnya, Rabu (22/7/2020).

Ia menambahkan untuk Gunungkidul memang sudah mengerucut pada dua nama tersebut di atas telah diajukan DPC Gunungkidul ke DPD DIY. Namun belum ada keputusan untuk memilih salah satunya di antara keduanya karena masih dalam proses penggodokan. Berbeda dengan Sleman, ada sembilan nama yang berkompetisi ingin diusung Gerindra.

"Kami mencari calon terbaik agar bisa menang. Sleman ini sangat dinamis ada sembilan yang mendaftar fit proper test di Gerindra termasuk Ibu Kustini dan Ibu Sri Muslimatun. Siapa nanti pasangan yang dipilih nanti tim yang akan memutuskan," katanya.

Pria yang memiliki gelar KPH Yudha Hadiningrat dari Kraton ini menambahkan Gerindra memiliki sejumlah kriteria untuk menentukan bakal calon. Antara lain, harus memiliki KTA Gerindra atau berkomitmen terhadap partai. Namun khusus untuk sosok dari hasil koalisi tidak harus pindah partai atau tidak diharuskan ber-KTA Gerindra selama calon itu telah ditunjuk DPP partainya sebagai bakal calon. Adapun materi lain dalam fit proper test terkait dengan pengetahuan tentang pancasila dan berbagai program untuk membangun daerah serta terkait dengan keistimewaan DIY.

"Utamanya harus pancasilais, enggak boleh ada paham yang lain karena itu ideologi negara. Serta paham dan mendukung keistimewaan karena cita-citanya Bapak Gubernur DIY menyejahterakan warga melalui keistimewaan sehingga kalau jadi bupati tentunya harus mendukung program Gubernur DIY," katanya.

Ia menargetkan calon yang diusung Gerindra bisa menang di tiga wilayah dalam Pilkada 2020. Seluruh kader di DIY menurutnya sampai saat ini masih solid dan tim telah bergerak cepat dan memiliki peluang besar untuk bisa menang. "Kami bertekad untuk menguasai DIY," ujar pria yang biasa disapa Romo Nur ini.

Ketua Tim Fit and Proper Test Cabup Cawabup DPD Partai Gerindra DIY Dharma Setiawan menyatakan saat ini masih terus berproses untuk menetukan sosok yang didukung dalam Pilkada Gunungkidul dan Sleman. Ia memastikan sebelum tanggal 8 Agustus 2020, Gerindra DIY sudah memiliki masing-masing satu nama untuk diajukan ke DPP Gerindra.

"Karena target kami ingin menang tiga daerah ini tentu kami memilihnya dengan cermat. Termasuk dengan siapa kami berkoalisi itu sedang kami godok, karena kami belum bisa mengajukan calon sendiri," katanya.