Kunjungan Wisata di Bantul Masih Didominasi Warga Lokal

Foto ilustrasi: Wisatawan bermain dan berenang di Pantai Parangtritis, Bantul. - Harian Jogja/Desi Suryanto
27 Juli 2020 07:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Bantul sejauh ini masih didominasi wisatawan lokal. Dinas Pariwisata kabupaten setempat menyatakan belum banyak wisatawan dari luar daerah karena saat ini masih dalam tahap uji coba masa adaptasi kebiasaan baru di dunia pariwisata.

“Bus-bus rombongan juga hanya dari komunitas pelaku wisata yang melaksanakan uji coba,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul, Annihayah, Minggu (26/7/2020). Menurut dia, pengunjung sebagian besar dominasi wisatawan lokal DIY dan beberapa dari Jawa Tengah dengan kendaraan pribadi.

Baca juga: Ini Daftar 13 Pantai Instagramable di Indonesia

Data kunjungan wisatawan ke Pantai Parangtritis pada Jumat (24/7/2020) tercatat sebanyak 1.740 orang dan Sabtu menurun menjadi sebanyak 5.560 orang. Sejauh ini diakui Annihayah wisatawan yang masuk juga melalui pemeriksaan ketat seperti cek suhu tubuh di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR).

Selain itu komunitas pelaku wisata yang melakukan ujicoba juga sudah melakukan protokol kesehatan dengan membawa surat keterangan sehat.

Senada Ketua Koperasi Notowono, Purwo Harsono juga mengatakan kunjungan wisatawan ke empat objek wisata di Mangunan juga belum banyak. Sejak lima hari terakhir uji coba pembukaan wisatawan yang berkunjungn masih kurang dari seribuan orang dan didominasi keluarga dan perorangan, “Rombongan bus hampir belum ada mungkin karna belum boleh,” kata Purwo.

Baca juga: Wisata Museum Benteng Vredeburg Akan Dibuka Secara Terbatas

Pria yang akrab disapa Ipung ini menyatakan empat objek wisata yang buka seperti Pinus Sari, Seribu Batu, Puncak Becici, dan Pinus Pengger masih dalam tahap adaptasi kebiasaan baru untuk pengelola dan pelaku usaha di lokasi wisata.

Pantauan Harian Jogja di kawasan Wisata Parangtritis pada Sabtu pekan lalu juga terlihat lengang. Hampir tidak ada bus di tempat-tempat parkir wisata tersebut. Hanya ada sejumlah kendaraan pribadi yang berplat DIY dan jawa Tengah. Beberapa terlihat kendaraan yang berplat dari Jakarta dan Surabaya.