Gerombolan Pemuda Rusak Warung Burjo di Sleman Lalu Bacok Pengunjung dengan Celurit

Pembacokan di Sleman/Suara
27 Juli 2020 16:37 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kasus pengrusakan dan penganiayaan terjadi di sebuah warung makan di Sleman.

Sebuah perusakan warung makan kembali terjadi di wilayah Sleman. Pelaku yang datang secara rombongan ini merusak dan melukai pelanggan yang berada di warung burjo atau warmindo Mugi Langgeng, Jalan Kaliurang (Jakal) kilometer 12,5, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu (25/7/2020).

Seorang pegawai warung, Fadli Adiasa (17), menjelaskan bahwa perusakan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu warung masih buka dan melayani pelanggan.

"Mereka [rombongan pemuda] masuk membawa botol minuman bekas anggur, lalu melempar botol ke etalase sampai pecah. Mereka juga merusak kursi-kursi dan tempat cuci tangan yang ada di depan warung," kata Fadil, ditemui SuaraJogja.id di lokasi kejadian, Senin (27/7/2020).

Ia melanjutkan, pada waktu tersebut, rombongan pelaku datang menggunakan sepeda motor dengan berboncengan. Beberapa dari mereka masuk ke warung makan, sementara yang lainnya menunggu di depan warung.

Salah seorang pelaku melempar botol bekas minuman keras ke arah warmindo dan memecahkan etalase. Di saat yang bersamaan, ketiga pembeli yang sedang makan menegur para pelaku dan menanyakan maksud kedatangan mereka membuat kegaduhan.

"Pelanggan yang masih di warung ini bertanya ada apa, tapi bukannya menjawab, salah seorang pemuda [mabuk] langsung mengeluarkan sajam jenis celurit dan menebaskan benda tajam itu ke arah tubuh korban," kata Fadli.

Tak berhenti di sana, pelaku lain juga menghantam kepala pembeli lainnya menggunakan botol miras. Merasa diserang, penjaga warmindo yang ketakutan langsung keluar warung untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Setelah menganiaya korban, pelaku mengobrak-abrik kursi-kursi warung dan meninggalkan lokasi kejadian. Korban yang kesakitan kemudian lari ke dalam ruangan yang ada di warung untuk meminta tolong dan menyelamatkan diri jika suatu waktu rombongan itu kembali.

"Saya memang tidak melihat kejadiannya seperti apa karena ada di kamar sedang istirahat, tapi saya diceritakan pemilik warung yang kebetulan jaga dan dari pengakuan korban. Korban yang dibacok itu bajunya berdarah lalu kami bawa ke rumah sakit," ujar dia.

Fadli mengaku tak ingat dengan identitas korban. Atas peristiwa itu, pihaknya telah melapor ke Polsek Ngaglik untuk mengusut dugaan penganiayaan dan perusakan di warmindonya. Botol bekas miras dan beberapa barang yang rusak menjadi bukti atas tindakan terduga pelaku.

"Setelah kejadian polisi sudah datang ke lokasi. Korban yang dibacok juga kabarnya sudah melapor," kata Fadli.

Beradu di Pilkada Bantul Suharsono dan Halim Langsung Tancap Gas

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Ngaglik Iptu Budi Karyanto membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya masih berupaya untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Benar terjadi dugaan perusakan dan penganiayaan di wilayah hukum Polsek Ngaglik, saat ini masih kami selidiki," jelasnya.

Budi menjelaskan bahwa menurut laporan korban dan pemilik warung, pelaku menyerang di bawah pengaruh minuman beralkohol.

"Pelaku diketahui dalam kondisi mabuk. Namun masih kami selidiki dengan keterangan saksi dan barang bukti yang ada," ujarnya.

Sumber : Suara.com