Sebagian Pengunjung Lolos Pemeriksaan

Suasana malam takbiran di kawasan Malioboro yang mengalami pelonjakan pengunjung pada Kamis (30/7/2020) malam. - Harian Jogja /Catur Dwi Janati
31 Juli 2020 16:47 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Hari Raya Iduladha yang jatuh di hari Jumat memperpanjang rentetan libur akhir pekan. Lonjakan pengunjung pun terjadi di Malioboro pada malam takbiran.

Dari pantauan Harian Jogja, situasi Malioboro pada sehari jelang Iduladha memang terbilang cukup ramai dibandingkan dengan hari kerja pada umumnya. Sejumlah wisatawan nampak antre di pintu masuk zona dua yang terletak depan Malioboro Mall. Petugas Jogoboro pun memeriksa kelengkapan para wisatawan mulai dari masker, suhu tubuh, hingga pengisian Kode QR.

Salah satu petugas Jogoboro yang kedapatan berjaga di pintu masuk zona dua, Catur Doddy mengaku memang terjadi pelonjakan pengunjung Malioboro saat malam takbiran ketimbang hari biasanya. Dikatakan Doddy, keramaian semacam ini biasa terjadi di akhir pekan saja. Namun karena libur jatuh di hari Jumat, pelonjakan pengunjung pun sudah terjadi sejak Kamis malam. "Biasanya kalau weekdays ya biasa, berhubung besoknya hari libur, jadi malamnya sudah ramai," ungkapnya.

Menurut keterangan Doddy mayoritas pengunjung memang telah memenuhi syarat protokol umum yakni mengenakan masker. Meski diakui Doddy sejumlah pengunjung masih kerap ditemui belum memakai masker dengan benar, seperti diturunkan pada daging atau ke bagian leher. "Ya kami toleransi kalau lagi makan atau ngerokok, tapi kalau sudah selesai kami ingatkan untuk dipakai lagi," ujarnya pada Kamis (30/7).

Sayangnya diakui Doddy tidak semua wisatawan siap mengakses Kode QR. Menurut keterangan Doddy beberapa wisatawan acap kali kesusahan untuk memindai Kode QR lantaran tidak mengerti cara penggunaannya atau belum mengunduh aplikasi pemindai. "Kita bantu cara menggunakannya, kalau ada yang enggak bawa hp ya sementara pakai hp petugas Jogoboro mengisi nama sama nomor hp," terangnya.

Kendati pengamanan terbilang cukup ketat di tiap pintu masuk zona, Doddy menyebut masih ada pengunjung yang lolos dari pemeriksaan. "Ada yang nerobos lewat samping, kita ya agak kesusahan, karena jumlah pengunjungnya kan banyak," tuturnya.

Pelanggaran protokol yang sering dilakukan wisatawan adalah melawan arus one way di jalur pedestrian. Seperti yang telah ditetapkan sebelumnya, jalur pedestrian sisi timur digunakan untuk pejalan kaki yang mengarah ke selatan, sementara jalur pedestrian hanya digunakan bagi wisatawan yang melintas ke arah utara. Namun beberapa wisatawan memang kedapatan melanggar aturan tersebut. "Kita ingatkan saja kalau ini searah, nanti kita arahkan ke jalan yang sesuai," jelas Doddy.

Meski ada beberapa wisatawan yang belum menjalankan protokol dengan baik, Doddy mengatakan para wisatawan kooperatif ketika diberi pemahaman. "Tidak ada yang ngeyel, semuanya mengerti saat dikasih tahu," ucap Doddy.

Salah satu pengunjung lokal asal Jogja, Rahma mengaku protokol yang diterapkan di kawasan Malioboro terbilang sudah bagus. Rahma menilai sejumlah pemeriksaan yang ketat dan penyediaan sarana seperti tempat cuci tangan di sekitar kawasan sudah memadai.

Berbeda dengan Rahma, salah satu pengunjung lain asal Jogja yakni Devi mengaku penjagaan yang kini ditegakkan dirasa belum efektif. Penilaiannya tersebut didasarkan pada pengamatan selama duduk di pedestrian di mana banyak pengunjung yang lolos dan tidak mengenakan masker setelah pintu penjagaan. Menurutnya penjagaan bisa diperketat dengan penambahan jumlah personil di sepanjang pedestrian tidak hanya pada pintu masuk saja.

"Kalau kaya gini menurut saya enggak efektif, masih banyak yang melanggar," jelasnya.

Sementara itu Doddy berharap para pengunjung memenuhi protokol yang ada di kawasan Malioboro. Dia tidak ingin Malioboro ditutup karena terjadi penyebaran yang diakibatkan wisatawan yang tak menaati protokol. Doddy mengimbau kepada wisatawan yang hendak berkunjung ke Malioboro menyiapkan segenap alat di masa pandemi seperti masker, hand sanitizer atau sering cuci tangan serta menyiapkan perangkat atau aplikasi untuk memindai Kode QR.