Nekat, Pensiunan Tentara di Kulonprogo Tusuk Keponakan hingga Tewas

Personil Polres Kulonprogo melakukan olah TKP penusukan di Dusun Mendiro, Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Jumat (31/7/2020). - ist
31 Juli 2020 13:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Rohmadi, 58, seorang pensiunan tentara di Kulonprogo yang didiagnosis mengidap gangguan jiwa tega menusuk keponakannya hingga tewas. Korban, Yuniana, 30, dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Aksi penusukan berujung maut itu terjadi di wilayah RT 43, RW 20, Dusun Mendiro, Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Jumat (31/7/2020) sekitar pukul 05.30 WIB. "Tempat Kejadian Perkara [TKP] di halaman belakang rumah korban yang juga masih tetanggaan dengan rumah pelaku," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kulonrprogo, AKP Munarso, kepada awak media, Jumat siang.

Munarso mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, peristiwa ini terjadi saat Yuniana hendak mematikan lampu di belakang rumahnya. Di saat bersamaan, Rohmadi, yang baru pulang dari warung mendatangi rumah Yuniana. Pelaku melihat Yuniana sendiri lalu merangkulnya dari belakang. Pelaku kemudian menusukkan pisau belati bergerigi sepanjang 20 cm ke perut sebelah kiri korban.

"Pelaku sempat merangkul korban kemudian menusukkan pisau belati sebanyak satu kali," ucapnya.

Baca Juga: Pelaku Pembuangan Bayi di Godean adalah Mahasiswa Kedokteran di Jogja

Peristiwa ini baru diketahui orang tua dan suami korban sesaat setelah Yuniana terjatuh dan bersimbah darah. Pihak keluarga berupaya menolong dengan membawanya ke rumah sakit. Namun dalam perjalanan, Yuniana dinyatakan meninggal dunia. "Korban meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit UII, Bantul," jelas Munarso.

Munarso mengatakan, sesaat setelah kejadian, pelaku langsung diamankan oleh personil dari Kepolisian Sektor Lendah kemudian dibawa ke Polres Kulonprogo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kepolisian juga tengah memeriksa tiga orang saksi termasuk suami korban.

Baca Juga: Masih Tanggap Darurat Covid-19, Garebeg Besar di Kraton Jogja Ditiadakan

Terkait motif pelaku sehingga nekat melakukan aksi tersebut, Munarso belum bisa memastikan. Kendati begitu, ada dugaan bahwa pelaku melakukan tindakan keji itu karena terkait dengan masalah kejiwaan yang dialaminya.

"Untuk motif masih kami dalami ya, tapi berdasarkan keterangan keluarga pelaku memang punya riwayat sakit jiwa. Dia [pelaku] ini rutin berobat di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Pakem [Sleman] dan Puskesmas Lendah II. Ini nanti jadi bahan pertimbangan kami menentukan langkah hukum selanjutnya," ujar Munarso.