Purwo Santoso soal Dosen Swinger: UNU Jadi Korban

Ilustrasi pelecehan seksual - JIBI
03 Agustus 2020 15:47 WIB Hery Setiawan (ST18) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kasus kekerasan seksual di lingkungan akademik kembali terulang. Kali ini diduga dilakukan oleh seorang dosen bernama Bambang Arianto (BA).

BA menyampaikan pengakuannya lewat video di akun Facebook @Bams Utara pada Minggu, (2/8/2020).

“Saya juga pernah melakukan pelecehan secara fisik. Secara khusus saya meminta maaf kepada seluruh korban baik dari kampus UGM Bulaksumur maupun yang lain yang pernah menjadi korban pelecehan saya baik secara fisik, tulisan maupun verbal sehingga menimbulkan trauma. Saya juga minta maaf kepada NU dan UGM karena selama ini menyalahgunakan nama NU dan UGM dalam mencari target,” katanya.

Diketahui bahwa BA merupakan bekas dosen di Universitas Nahdlatul Ulama [UNU], Yogyakarta. Saat ini yang bersangkutan sudah tak lagi mengajar di sana. Hal tersebut pun telah dikonfirmasi oleh Rektor UNU, Prof. Purwo Santoso kepada Harianjogja.com pada Senin, (3/8/2020).

“Status dia [BA] hanyalah dosen tamu. Ditugasi dalam sesi ttt di masa itu. Ikatan selesai ketika sesi selesai. Lagi pula, kasusnya sudah lama mas,” kata laki-laki yang akrab disapa Purwo itu.

BACA JUGA: Jadi Sorotan di Dunia Maya gegara Hadi Pranoto, Anji Semprot Balik Warganet

Terkait pencatutan nama lembaga tersebut, Purwo mengatakan bahwa betul yang dimaksud pelaku adalah UNU. Pelaku memang mengakuinya sendiri dalam videonya.

Keterlibatan BA sebagai dosen tamu di UNU, kata Purwo merupakan modus pelaku. Pihak UNU merasa dirugikan dengan keputusan BA mencatut nama lembaga dalam video pengakuannya soal pelecahan seksual yang dilakukan.

"Pihak UNU itu korban," ujar Purwo yang menempuh doktoral di London School of Economics and Political Science, Inggris tersebut

Saat ditanya soal langkah hukum yang akan ditempuh, Purwo menerangkan baru akan akan menyatakan sikapnya pada besok Selasa, (4/8/2020). "Kita sampaikan dalam konferensi pers besok," ujarnya.