Angin Timuran Bertiup, Sampai Agustus Suhu di Jogja Masih Dingin

Warga menutup sinar matahari yang menyinari muka saat matahari bersinar terik di musim kemarau. - Harian Jogja/Nina Atmasari
03 Agustus 2020 20:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Staklim Mlati Yogyakarta menyatakan jika suhu dingin yang terjadi di wilayah DIY beberapa akhir ini imbas dari angin timuran atau moonsun Australia sedang bertiup ke sebagian besar wilayah Indonesia.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Staklim Mlati Yogyakarta Reni Kraningtyas menyatakan jika angin timuran atau moonsun Australia juga bertiup ke wilayah DIY. Angin timuran tersebut sifatnya kering dan tidak banyak membawa massa uap air.

"Sehingga sulit untuk terbentuknya awan-awan hujan, dengan minimnya jumlah awan di atmosfer. Oleh karena itu, akan memengaruhi suhu udara di Bumi. Keberadaan awan-awan di atmosfer tersebut berfungsi menjaga kelembaban Bumi dengan menghambat pelepaskan panas ke atmosfer," ujar Reni, Senin (3/8/2020).

BACA JUGA: Kasus Covid-19 di DIY Hari Ini Naik Jadi 772, Bantul Paling Banyak Kasus Baru

Pelepasan energi panas tersebut, lanjut Reni, yang membuat suhu permukaan bumi pada musim kemarau menjadi lebih dingin daripada musim penghujan.

BMKG Staklim Mlati Yogyakarta menyatakan jika suhu dingin yang terjadi di wilayah DIY menandakan jika musim kemarau telah datang.

"Hawa dingin ini terjadi karena wilayah DIY untuk sudah memasuki musim kemarau," sambung Reni.

Adapun, hawa dingin yang terjadi di wilayah DIY sendiri berdasarkan prediksi dari BMKG Staklim Mlati Yogyakarta akan terjadi sampai dengan bulan Agustus. "Hawa dingin diprakirakan terjadi sampai dengan bulan Agustus," imbuhnya.