250 Tangki Air Bersih Akan Disalurkan ke Terdampak Kekeringan di Kulonprogo

Ilustrasi. - Ist/Freepik
03 Agustus 2020 13:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonrprogo akan kembali melakukn droping air bersih untuk wilayah terdampak kekeringan di Kulonprogo.

Kepala Seksi Perlindungan Sosial Dinsos P3A Kulonprogo, Sumiyati mengatakan dalam rangka menanggulangi krisis bersih yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kulonprogo setiap memasuki musim kemarau, maka pada tahun ini, pihaknya akan melakukan penyaluran bantuan sebanyak 250 tangki.

Bantuan itu berasal dari APBD DIY. Rencananya akan disalurkan secara bertahap kepada masyarakat mulai awal Agustus sampai Oktober mendatang. "Target kami sampai Oktober 2020, tapi nanti lihat situasi, kalau ternyata belum sampai Oktober bantuan tidak mencukupi ada kemungkinan ditambah lagi dengan menggunakan anggaran dari APBN," ujar Sumiyati, Senin (3/8/2020).

BACA JUGA : Anggaran Dropping Air Bersih di 5 Kecamatan Habis 

Sumiyati menerangkan untuk saat ini belum ada bantuan yang disalurkan kepada masyarakat. Sebab pihaknya masih melakukan pendataan terhadap lokasi mana saja yang rawan terdampak kekeringan. Pendataan ini berdasarkan hasil penyaluran air bersih pada tahun lalu.

Perlu diketahui pada 2019 tercatat jumlah warga yang mengalami kesulitan air bersih di kabupaten ini sebanyak 8.316 jiwa. Ribuan jiwa itu tersebar di delapan kapanewon yakni Samigaluh, Kalibawang, Kokap, Pengasih, Girimulyo, Panjatan, Lendah, dan Sentolo

Di samping mendata lokasi, Dinsos P3A juga masih menunggu permohonan bantuan air bersih dari masyarakat. Sementara sampai saat ini, kata Sumiyati, baru tiga kalurahan yang sudah mengajukan permohonan bantuan tersebut. Ketiga kalurahan itu yakni Kalurahan Gerbosari, Kapanewon Samigaluh; Kalurahan Pendoworejo, Kapanewon Girimulyo dan Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah.

"Jika pendataan sudah selesai dan mulai banyak permohonan yang masuk, akan dilanjutkan dengan penjadwalan penyaluran bantuan, setelah itu baru dilakukan diroping ke wilayah yang sudah mengajukan permohonan bantuan tersebut," jelas Sumiyati.

Selain Dinsos P3A, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo juga terlibat dalam penyaluran bantuan air bersih di Kulonprogo. Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulonprogo Hepy Eko Nugroho menyebut pihaknya telah menyiapkan anggaran droping air bersih untuk menanggulangi dampak kekeringan di Kulonprogo. Anggaran dari APBD Kabupaten itu sebesar Rp80 juta

"Anggaran droping ada, dan yang kami siapkan sekitar Rp80 juta. Kurang lebih segitu, cukup tidak cukup nanti kita lihat kondisi berdasarkan data permohonan yang masuk aja," ucapnya.

BACA JUGA : Dropping Air, Kapanewon Harus Gandeng Pihak Ketiga

Anggaran ini kata Eko, baru bisa digunakan jika Pemkab sudah menetapkan status tanggap darurat kekeringan. Adapun sampai saat ini, pemkab belum menetapkan status darurat karena BPBD belum mendapat laporan adanya daerah yang mengalami kekeringan.

"Sampai saat ini belum ada permohonan droping air, tapi memang beberapa hari lalu ada warga yang datang ke kami menanyakan apakah tahun ini akan ada droping air. Ya kami jawab bisa kalau udah kondisi darurat kekeringan," ujarnya.