Jelang Pilkada, 17 DPC PAN Sleman Berikan Pernyataan Sikap

Pengurus DPC PAN Sleman memberikan pernyataan sikap terkait Pilkada 2020, Selasa (4/8/2020). - Harian Jogja/Sunartono
05 Agustus 2020 04:37 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Sebanyak 17 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN Sleman memberikan pernyataan sikap terkait kondisi internal partai dalam menghadapi Pilkada Sleman 2020. Mereka berharap adanya kaderisasi dan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati melalui penjaringan dari bawah.

Juru Bicara 17 DPC PAN Sleman Nur Hidayat menjelaskan pihaknya sudah melakukan konsolidasi dalam rangka menjaring aspirasi kader pada 28 Juli 2020 lalu dengan seluruh DPC atau pimpinan PAN tingkat kecamatan di Sleman dalam menyikapi Pilkada 2020.

Baca juga: Kawasan Seksi, Desa Tirtoadi Jadi Titik Pertemuan Tiga Tol di DIY

Mereka sepakat untuk mendukung langkah DPD PAN Sleman dalam melakukan koalisi dengan partai lain serta menolak munculnya dinasti politik. Sebagai partai yang memenangkan Pilkada selama dua periode berturut-turut, ia yakin PAN masih memiliki kekuatan. Selain itu meminta agar tetap menyuarakan apa yang menjadi aspirasi konstituen PAN.

"Secara umum bahwa mekanisme penjaringan bakal calon [bupati] dan pengambilan keputusan pilkada ini, saat ini harapan kami, partai mendengarkan arus bawah [DPC], artinya tidak semata-mata dari atas [DPP]," katanya Selasa (4/8/2020).

Baca juga: BPD DIY Sosialisasi KUR untuk NU & Muhammadiyah

Nur menambahkan pihaknya sudah menyampaikan surat ke DPP PAN untuk memberikan sejumlah masukan dalam proses mekanisme dalam pilkada. Termasuk pentingnya menekankan kaderisasi agar sistem menjadi lebih baik. Poin-poin yang diajukan memang menyangkut balon dari kader PAN yang selama ini muncul. Menurutnya pernyataan ini bukan hitungan atau resisten terhadap personal tetapi lebih pada mekanisme agar berjalan dengan baik.

"Karena pedoman partai setiap balon harus mendaftarkan diri lewat DPD, tidak ada dalam pemahaman kami orang bisa mendaftar langsungj lewat DPP atau DPW, ketika balon tidak melewati mekanisme penjaringan internal bisa dikatakan dia bukan balon yang dimunculkan partai," katanya.