Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Talkshow Jogja Bangkit Jogja Bisa, Jumat (7/8/2020)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY telah memperpanjang masa tanggap darurat Covid-19 sampai 31 Agustus mendatang. Meski demikian, bukan berarti aktivitas ekonomi masyarakat tidak diperbolehkan. Perekonomian justru didorong agar lebih bergairah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menuturkan pemulihan ekonomi sangat penting karena DIY sudah mengalami kontraksi cukup hebat. “Pemerintah harus menjadi motor penggerak. Hanya dana pemerintah yang bisa segera direalisasikan,” ujarnya dalam talkshow Jogja Bangkit Jogja Bisa bersama Harian Jogja, Jumat (7/8/2020).
Pemda DIY mendorong pemkab dan pemkot membelanjakan anggarannya dalam APBD Perubahan 2020 meski tinggal empat bulan. Hal ini berfungsi untuk memicu berbagai aktivitas ekonomi di masyarakat.
Di sektor riil, Pemda DIY juga menggerakkan pariwisata sebagai pendorong pemulihan ekonomi karena pariwisata memiliki multiplier effect, seperti pada bidang transportasi, kuliner, suvenir, akomodasi, dan lainnya.
Saat libur Iduladha, tingkat okupansi hotel di DIY sudah cukup tinggi, terutama hotel berbintang tiga ke atas. Ini tentu kabar baik bagi pariwisata. Namun, kedatangan wisatawan tersebut perlu dibarengi dengan disiplin penerapan protokol kesehatan.
“Semisal ada yang positif, akan menjadi berita buruk dan menyebabkan orang takut datang ke Jogja. Pengelola wisata harus menjalankan SOP protokol kesehatan. Kalau tidak dipatuhi ancamannya bisa ditutup sementara,” ungkapnya.
Kesehatan dan ekonomi kata dia, harus digerakkan bersamaan. Pada sisi kesehatan, Pemda DIY telah melakukan tes swab massal sampai pernah menemukan 67 kasus positif dalam sehari. Dikikisnya gunung es dan ditanganinya dengan baik Covid-19, diharapkan dapat menjadi modal dasar dalam menggerakkan perekonomian.
Direktur Utama Bank BPD DIY, Santosa Rohmad, mengatakan minusnya pertumbuhan ekonomi DIY tidak harus dilihat secara pesimistis. Perekonomian DIY, kata dia, ditopang oleh ekonomi kreatif dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). “Mulai Juli ada geliat. Kredit tumbuh. Artinya ada aktivitas ekonomi yang layak kita biayai,” kata dia.
BPD DIY mendukung semua sektor ekonomi yang mulai tumbuh dengan sejumlah program yang menyesuaikan dengan kondisi, seperti kredit mikro bunga bersaing hingga Rp50 juta. Untuk mengakses program ini, masyarakat bisa berkonsultasi melalui kantor BPD DIY yang ada di setiap kecamatan maupun di kanal online.
Di samping itu, BPD DIY juga mendorong penggunaan uang nontunai dalam setiap transaksi, termasuk pada perekonomian kerakyatan seperti pasar, penjual sayur keliling, dan lainnya. “Tantangannya kalau dulu rencananya bertahap, waktu itu target kelas menengah ke atas. Sekarang semua masyarakat harus turut diedukasi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
RAPBN 2027 menargetkan pendapatan Rp3.426 triliun dan belanja Rp4.097,2 triliun, dengan defisit dipersempit menjadi 2,4% terhadap PDB.
Gempa M7,7 mengguncang Flores dan terasa kuat di Sikka. Bupati Sikka meminta warga tenang serta waspada terhadap potensi tsunami.
Harga buyback emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian turun pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Cek harga berdasarkan berat emas.
Perempuan muda dan lansia di DIY serta Klaten mengolah kain perca menjadi tenun dan kerajinan bernilai ekonomi di Rumah Kreatif Tukik.
BMKG menetapkan status Siaga tsunami hingga 3 meter setelah gempa M7,7 mengguncang Nagekeo, NTT, Sabtu pagi.