Hingga Minggu Siang, Jenazah Balita Korban Goa Cemara Belum Ditemukan

Rumah duka korban kecelakaan laut Pantai Goa Cemara di Tempel, Sleman. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
09 Agustus 2020 14:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul sementara menutup Pantai Goa Cemara untuk wisatawan. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan koordinasi Tim SAR Gabungan, yang sampai berita diturunkan masih melakukan pencarian satu korban tenggelam, yakni Ahmad Chairul Fatah, 4.

“Sementara memang kami tutup mulai Sabtu (8/8/2020) kemarin. Kami ingin fokus pencarian korban,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Bantul, Yulius Suharta, Minggu (9/8/2020) siang.

Menurut Yulius, agar memudahkan koordinasi tim SAR gabungan, pihaknya telah menempatkan satu petugas Satpol PP di pintu masuk menuju Pantai Goa Cemara yang akan mengarahkan wisawatan ke pantai lainnya. Selain itu, pihaknya juga memasang tulisan “sementara pantai ditutup”. Langkah penutupan, lanjut Yulius sejauh ini juga telah dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata setempat.

“Sudah ada kesepakatan, untuk penutupan diserahkan ke kami untuk mengkondisikan tim yang fokus mencari korban," ungkap Yulius.

Baca Juga:  Update Covid-19 Global: Kasus Positif Mencapai 19,79 Juta Orang, Sembuh 12,7 Juta

Yulius sendiri belum bisa memastikan sampai kapan Pantai Goa Cemara ditutup. Namun, dengan telah ditemukannya 6 dari 7 korban, maka diharapkan, penutupan tidak akan berlangsung lama.

“Pasti ada evaluasi. Jika sudah diketemukan, posko terpadu akan ditutup dan kami akan berkoordinasi dengan dinas agar pantai bisa beroperasional kembali," terang Yulius.

Hingga berita diturunkan, sejauh ini petugas dari tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian jenazah Ahmad Chairul Fatah, 4.

Kasubsi Operasi Kantor Basarnas Jogja Asnawi Suroso mengatakan, pencarian di hari ke-4 ini menerjunkan 10 SRU (search and rescue unit) dan dimulai sejak pukul 05.00 WIB.

Baca Juga: Epidemiolog Menilai Rapid Test Corona untuk Penumpang Pesawat Boleh Ditiadakan

SRU I melakukan penyisiran darat menggunakan ATV dari Pantai Samas I Sungai Progo (Trisik) sejauh 8 kilometer. SRU II melaksanakan penyisiran darat menggunakan kendaraan amphibious dari muara Sungai Progo (Trisik)-Pantai Samas. SRU III melaksanakan penyisiran darat ke arah barat sejauh 3 kilometer berjalan kaki dengan rute Pantai Goa Cemara-Pantai Baru. SRU IV yang melaksanakan penyisiran darat ke arah timur sejauh 3 kilometer dengan jalan kaki Pantai Baru-Pantai Goa Cemara.

SRU V melaksanakan penyisiran laut menggunakan perahu jukung dari pantai baru jika cuaca memungkinkan. Lalu SRU VI melaksanakan penyisiran laut menggunakan perahu jukung dari Pantai Congot jika cuaca memungkinkan.

Selanjutnya sortir kedua digelar pukul 09.00-12.00 WIB, SRU VII melakukan penyisiran berjalan kaki dari Pantai Goa Cemara-Pantai Pandansimo (arah barat) sejauh 5 kilometer. Lalu SRU VIII melaksanakan penyisiran sorti kedua dengan jalan kaki dari Pantai Pandansimo-muara Sungai Trisik (arah barat) sejauh 3 kilometer.

"Untuk sorti ketiga pukul 13.00-17.00 WIB mengulang penyisiran sorti pertama, hanya tidak melaksanakan penyisiran laut. Kami juga melakukan pemantauan tim drone di Pantai Goa Cemara," kata Asnawi.