BOB Dampingi Destinasi Wisata Menuju New Normal

Pengelola dan pelaku wisata mendapatkan Sosialisasi dan Pendampingan Aktivasi SDM Parekraf di Embung Senja, Cebongan, Mlati, Senin (10/8/2020). - Harian Jogja/Abdu Hamid Razak.
10 Agustus 2020 14:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Otorita Borobudur (BOB) terus melakukan persiapan dibukanya kembali destinasi wisata dalam era New Normal pariwisata. Salah satunya dengan mendampingi para pelaku pariwisata untuk menerapkan protokol kesehatan.

"Dalam persiapan menuju dibukanya kembali destinasi wisata menuju New Normal tentu tidak bisa langsung serempak, tapi bertahap satu persatu tapi berkelanjutan," tutur Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Indah Juanita saat menghadiri Sosialisasi dan Pendampingan Aktivasi SDM Parekraf di Embung Senja, Cebongan, Mlati, Senin (10/8/2020).

BACA JUGA : Persiapan New Normal, BOB Bersihkan Destinasi Wisata 

Menurut Indah, sebagai persiapan menuju New Normal Tourism maka beberapa perlu dilakukan penyesuaian tata laksana kunjungan wisatawan sesuai dengan aturan dan protokol kesehatan di daya tarik wisata. Protokol kesehatan yang telah disusun pun perlu disosialisasikan kepada pengelola daya tarik wisata agar bersiap dan sebagai upaya untuk memenuhi protokol tersebut.

"Jadi pemenuhan protokol tersebut akan dilakukan dan dikawal agar sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan. Pada akhirnya daya tarik wisata yang telah memenuhi protokol akan mendapatkan pengakuan berupa sertifikat Self Declare sehingga akan meningkatkan rasa kepercayaan kepada wisatawan saat berkunjung ke daya tarik wisata," papar dia.

Secara keseluruhan, kegiatan ini berlangsung hampir sepekan, dimana hari ini diawali sosialisasi. Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk menginformasikan panduan pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan di daya tarik wisata. Narasumbernya yakni dari unsur kesehatan, manajemen pariwisata dan perjalanan wisata.

Setelah itu hari kedua mulai dilakukan pelatihan dengan materi meliputi Visitor Management di Daya Tarik Wisata, Menghitung Carrying Capacity di Daya Tarik Wisata, Mengatur Alur Pengunjung dan Penjadwalan, Mengatur Zonasi Kunjungan Wisatawan, Pengelolaan Sistem Transportasi dan Parkir, Layanan Prima dan Sapta Pesona.

Usai dua hari menjalani pelatihan, kemudian berlanjut pada Pendampingan. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau pelaksanaan operasional di daya tarik wisata sesuai panduan pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan di destinasi wisata itu. Selama dua hari, dihadirkan narasumber dari unsur kesehatan, manajemen pariwisata dan perjalanan wisata.

BACA JUGA : Gandeng BOB, Harian Jogja Gelar Seminar soal Wisata 

Pada sesi terakhir, mulai dilakukan Monitoring dan Self Declare. Dua hal ini merupakan wujud pengakuan bahwa daya tarik wisata telah memenuhi dan menerapkan protokol kesehatan sebagai antisipasi terhadap penyebaran virus Covid-19 maka dilakukan asesment. Pendampingan dilakukan langsung oleh tim teknis dan auditor yang berasal dari Lembaga Sertifikasi.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih mengatakan setidaknya terdapat sembilan destinasi wisata yang sudah mendapatkan rekomendasi dari Satgas Covid-19 Sleman. Semua destinasi tersebut tersebar baik di wilayah Timur, Tengah dan Barat Sleman. "Semuanya wisata alam. Ini untuk memecah kunjungan wisatawan agar tidak berkerumun dalam satu destinasi," katanya.