Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Personil Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo menunjukkan lokasi ubur-ubur api yang terdampar di Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Selasa (11/8/2020). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Wisatawan yang hendak berkunjung ke sepanjang pantai di Kulonprogo perlu meningkatkan kewaspadaan menyusul kemunculan ubur-ubur api. Sengatan hewan laut ini cukup menyakitkan. Di sejumlah kasus, dapat menyebabkan korbannya demam dan sesak nafas.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko mengatakan hewan dengan nama latin Physalis, ini kembali bermunculan di sepanjang pantai di Kulonprogo sejak beberapa hari terakhir. Ubur-ubur yang oleh warga sekitar disebut impes itu dilaporkan terlihat di kawasan Pantai Glagah, Kapanewon Temon.
Baca juga: Penjelasan BMKG Tentang Fenomena Awan Hitam Mirip Gelombang Tsunami di Aceh
"Iya sejak beberapa hari ini mulai bermunculan lagi ubur-ubur api, tapi jumlahnya tidak sebanyak yang muncul pada awal bulan Juli 2020 yang lalu," kata Aris, Selasa (11/8/2020).
Aris menjelaskan kemunculan ubur-ubur sebenarnya merupakan hal yang lumrah terjadi. Banyak faktor yang melatarbelakangi kemunculan hewan laut ini, salah satunya karena faktor cuaca. Adapun ubur-ubur ini bisa ditemukan di sepanjang pantai pada saat berubahan musim yakni sekitar Juli dan Agustus. "Saat perubahan musim seperti ini memang banyak ditemukan ubur-ubur yang terdampar di pantai, karena suhu air yang dingin," jelasnya.
Baca juga: Gempa Susulan Masih Terus Terjadi di Sumba Barat Daya, Berpusat di Laut Selatan
Meski merupakan fenomena alam biasa, kehadiran ubur-ubur lanjut Aris tetap harus diwaspadai. Pasalnya sengatan ubur-ubur selain menyakitkan, juga dapat menyebabkan reaksi alergi berat atau syok anafilaktik yang dapat membahayakan tubuh. Ketika seseorang mengalami alergi berat, maka beberapa gejala yang mungkin timbul seperti sulit bernapas, pusing, ruam yang menyebar dengan cepat, mual, denyut jantung meningkat, kejang otot dan penurunan kesadaran.
Apabila seseorang mengalami hal tersebut ia harus segera dibawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Bila mengalami kesulitan bernapas, segera berikan napas buatan atau melakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) sebagai pertolongan pertama hingga pertolongan medis tiba.
Sebagai pertolongan awal, segera jauhkan bagian tubuh dari air asin atau air laut agar rasa sakit tidak semakin parah. Kemudian basuh area yang terkena sengatan dengan air cuka (asam asetat) untuk menonaktifkan nematosit dan menghentikan aliran racun.
Lepaskan tentakel yang menempel di kulit secara perlahan sambil terus membasuh area sengatan dengan air cuka. Gunakan sarung tangan, plastik, atau pinset agar Anda tidak ikut terkena racun dari ubur-ubur.
Rendam bagian tubuh yang disengat ubur-ubur ke dalam air dengan suhu 45 derajat Celcius selama 40 menit.
"Jangan sesekali menggaruk lokasi sengatan karena hal ini justru akan melepaskan lebih banyak racun ke dalam tubuh," ujar Aris.
Aris mengatakan hingga saat ini memang belum ada laporan pengunjung yang menjadi korban sengatan ubur-ubur. Namun demikian wisatawan tetap harus waspada. Adapun, sebagai langkah antisipasi, pihaknya rutin melakukan pemantauan di lokasi yang banyak ditemukan ubur-ubur terdampar dan memasang papan peringatan untuk mewaspadai keberadaan hewan laut tersebut.
"Kami juga mengubur ubur-ubur yang terdampar tapi karena terkendala luasnya area yang dipantau, jadi di titik yg ada pengunjung baru kami lakukan penguburan atau di pendam supaya tidak terinjak dan jadi mainan anak-anak," ucapnya.
Anggota SRI Wilayah V Kulonprogo, Marsudi mengatakan, ubur-ubur api selain banyak ditemukan di Glagah, juga muncul di kawasan Pantai Trisik, Kapanewon Galur. Namun sampai saat ini belum ada laporan wisatawan yang menjadi korban sengatan hewan laut itu.
"Belum ada laporan, tapi tetap kami imbau kepada wisatawan untuk selalu waspada, jika menemukan ubur-ubur jangan didekati atau malah dibuat mainan, tinggalkan saja demi keselamatan bersama," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
DLH Sleman melarang limbah penyembelihan hewan kurban dibuang ke sungai demi mencegah pencemaran lingkungan saat Iduladha.
Microsoft mulai menghapus login OTP SMS dan beralih ke passkey demi meningkatkan keamanan akun pengguna dari ancaman siber.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Harga BBM dunia melonjak akibat konflik Iran, permintaan mobil listrik di Eropa naik drastis dan ubah pasar otomotif global.
Danantara menunjuk Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT DSI untuk mengawal ekspor batu bara, sawit, dan fero alloy.