OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Foto ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, KULONPROGO--Kasus Covid-19 kekinian melonjak di Kulonprogo. Dalam sehari tercatat tambah delapan pasien baru.
Kulonprogo mendapat lonjakan terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak delapan kasus baru dalam sehari. Penambahan ini terbanyak yang pernah dicatat oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan delapan kasus baru itu yakni KP-46, KP47, KP-48, KP-49, KP-50, KP-51, KP-52 dan KP-53. Sementara itu tujuh di antara delapan pasien tersebut diketahui sebagai kontak erat dari pasien positif asal Sentolo yang telah dinyatakan meninggal beberapa waktu lalu.
"Benar hari ini kita ada tambahan cukup banyak yakni, delapan kasus. Jadi total kasus kumulatif di Kulon Progo sebanyak 53 orang," kata Baning kepada awak media, Rabu (12/8/2020).
Baning menjelaskan lebih lanjut bahwa KP-46 yang berusia 36 tahun berjenis kelamin laki-laki, berasal dari Kapanewon Sentolo memiliki riwayat perjalanan dari Bekasi. Sementara itu empat penderita asal Kapanewon Sentolo meliputi KP-47, laki-laki; KP-48, perempuan; KP-49, laki-laki; KP-50 perempuan.
Ditambah dengan tiga orang kasus lainnya yang berasal dari Kapanewon Lendah adalah KP-51, laki-laki; KP-52, laki-laki dan KP-53, laki-laki. Ketujuh pasien itu memiliki riwayat kontak erat dengan KP-44, laki-laki berusia 51 tahun yang berasal Kapanewon Sentolo yang dinyatakan meninggal dunia, pada Sabtu (8/8/2020) lalu di RS PKU Muhammadiyah, Yogyakarta.
"Kami sebut sebagai cluster Srikayangan dan sementara sudah ada sembilan kasus positif dengan dua di antaranya meninggal. Dari hasil tracing kami temukan ada sebanyak 39 kontak erat dari KP-44 dan KP-45. Ke 39 orang ini telah menjalani test swab dan masih menunggu hasil laboratorium," tuturnya.
Diketahui sebelumnya sudah tercatat sembilan kasus positif dengan dua pasien yang meninggal dunia dari kluster Srikayangan tersebut yakni KP-44 dan KP-45. Saat ini pihaknya tengah masih akan terus melanjutkan tracing kepada kontak erat tersebut.
Selain terdapat lonjakan penambahan kasus, Kulon Progo juga mendapat kesembuhan tiga pasien Covid-19. Tiga pasien yang sembuh tersebut adalah KP-32, KP-35 dan KP-36 yang semuanya berasal dari Kapanewon Wates.
Hingga saat ini total secara kumulatif kasus yang ada di Kulonprogo telah mencapai 53 orang. Dari jumlah tersebut 23 orang masih dalam perawatan, 29 sudah dinyatakan sembuh, dan dua meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.