Covid-19: Klaster Sekolah Bermunculan, Ini Datanya...

Ilustrasi. - Freepik
13 Agustus 2020 07:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Klaster Covid-19 dari kalangan sekolah baik siswa maupun guru mulai bermunculan seiring dibukanya sekolah tatap muka. Data tersebut diunggah oleh akun @laporcovid pada Selasa (11/8/2020) lalu.

“KABAR, Saat PBM tatap muka dimulai, bermunculan klaster2 baru penularan Covid dari Sekolah dari berbagai daerah. Konsekuensi serius dari kebijakan @Kemdikbud_RI !! Apa tindakanmu Kak @Nadiem_Makarim ?,” cuit akun @laporcovid Selasa (11/8/2020).

Adapun sejumlah data terkait sekolah yang mulai muncul sebagai klaster baru antara lain di Lumajang di mana ada guru yang menjalankan program sambang ke siswa dinyatakan positif kemudian menulari siswa.

BACA JUGA : Muncul Klaster Sekolah Kepolisian, Kasus Corona di Bantul 

“Klaster Sekolah Lumajang. Seorang guru SD dlm Prog Guru Sambang, sejak 28/7/2020, positif Covid pd 10/8/2020, dan potensial menulari beberapa siswa yg jadi kelompok belajar di rumah,” tulisnya.

Selain itu ada di Kalimantan Barat yang sekaligus menunjuk ke beberapa sekolah ada sebnyak 14 siswa dan guru yang dinyatakan positif Covid-19.

“Klaster Sekolah Kalbar. 14 siswa & 8 guru di Provinsi Kalbar terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka dari:  SMA 1 Ketapang, SMA 1 Ngabang, SMA 1 Pontianak, SMPN 1 Pontianak, SMAN 2, & SMAN 3. Bgm tanggung jawab Pem atas klaster baru akibat kebijakannya?,” tulis akun @laporcovid.

Demikian juga terjadi di Tegal. “Klaster Sekolah Tegal. Siswa SD dari Kec Pangkah, Tegal, tertular dari kakeknya, & potensial menulari guru dan teman sekelasnya yg sempat mengikuti KBM) tatap muka di sekolah,” tulis @laporcovid.

Klaster sekolah juga ditemukan di Cilegon, Sumedang serta Pati

BACA JUGA : Pembukaan Sekolah di Zona Non-Hijau Covod-19 Berbahaya

“Klaster Sekolah Cilegon. Setelah seorang siswa SMPN 7 Cilegon positif Covid-19, di masa uji coba KBM tatap muka di 53 sekolah, mulai 3/8/2020. Mulai 5/8/2020 kebijakan itu dibatalkan Dinas Pendidikan Cilegon.  Langkah tepat yg kudu diikuti daerah lain,” cuit @laporcovid.

“Klaster Sekolah Sumedang. Pelajar (6 th) Kec Situraja & pelajar (9 th) dari Kec Sumedang Utara tertular pedagang Pasar Situraja, saat perjalanan ke/dari sekolah. Potensi transmisi lokal tak hanya dlm ruang kelas, tapi juga perjalanan ke/dari sekolah,” tulis @laporcovid.

Akun @laporcovid juga melaporkan adanya klaster sekolah di Pati, Jawa tengaj, di mana ada 26 santri pondok pesantren di wilayah Margoyoso dinyatakan positif Covid-19. Ponpes itu kemudian dilakukan penutupan sementara alias lockdown.

Adapun klaster Sekolah Balikpapan dilaporkan oleh akun ini di mana ada seorang guru yang dinyatakan positif kemudian menulari 28 orang guru dan pegawai sekolah. Peristiwa ini terjadi di satu SD dan satu SMP.

“Dari seorg guru yg positif Covid19 menulari 28 org guru & pegawai sekolah, di 1 SD & 1 SMP, termsk batita perempuan (2 th), per 6/8. 4 hari kemudian menulari 17 org lg. Dlm waktu kurang dr 6 hari,  Covid19 menginfeksi 45 orang,” cuit akun @laporcovid.

Sedangkan klaster Sekolah Rembang ditemukan dari seorang guru di Kecamatan Gunem yang dinyatakan positif Covid-19 kemudian menulai 10 guru lainnya.