Musim Kemarau, Petani Kaligintung Bisa Panen 8 Ton Per Hektare

Bupati Kulonprogo, Sutedjo bersama sejumlah pejabat secara simbolis memanen padi dalam acara wiwitan dan panen raya padi MT II di Bulak Silayur, Kaligintung, Temon, Rabu (12/8/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara.
13 Agustus 2020 04:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, TEMON--Petani di Kalurahan Kaligintung, Kapanewon Temon, Kulonprogo yang tergabung dalam Kelompok Tani Silayur berhasil melaksanakan panen raya padi pada musim tanam (MT) II. Hasil panenan padi dari kelompok ini mencapai 8,2 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektar atau lebih banyak dari rata-rata panenan di Kulonprogo, yakni 6,5 GKG ton per hektar.

"Kami bersyukur pada MT II ini, bisa menghasilkan panenan padi sebesar 8,2 ton GKG, ini sangat luar biasa," kata Ketua Kelompok Tani Silayur, Sapto saat ditemui awak media di sela-sela acara wiwitan dan panen raya padi MT II di Bulak Silayur, Kaligintung, Temon, Rabu (12/8/2020).

BACA JUGA : Wilayah Lain Kekeringan, Kecamatan di Gunungkidul Ini

Kelompok tani yang merupakan bagian dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Manunggal Rasa Kaligintung ini mengelola lahan pertanian seluas 29 ha di Kaligintung. Pada MT II 2020, lahan itu ditanami padi varietas Ciherang, Sintanur dan Suppadi.

Sapto menuturkan hasil panen pada MT II tahun ini menunjukkan peningkatan dibanding 2019 lalu. Tahun ini kelompoknya bisa memanen sedikitnya 8,2 ton GKG padi pe hektar, sedangkan tahun lalu hanya berkisar 7,2 ton GKG per hektar. Hasil yang terbilang sangat memuaskan karena di atas rata-rata panenan GKG se-Kabupaten Kulonprogo ini menurut Sapto tak lepas dari sistem tanam yang digunakan kelompoknya.

Kelompok ini menggunakan pola jajar legawa 41 dengan jarak tanam 25 cm. Sejak persemaian para petani mengandalkan aplikasi agen hayati untuk menekan populasi  hama wereng dan jamur Pyricularia oryzae yang menyebabkan penyakit blas.

BACA JUGA : Panen Raya Singkong di Gunungkidul, Petani Berharap 

Dalam proses pemupukan kelompok ini menggunakan Pupuk Forsil yang merupakan pupuk mikro majemuk anorganik yang bisa larut dalam air. Forsil kata Sapto, diperkaya Silika yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, selain itu juga berfungsi melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit.

"Kami kerjasama dengan PT. Mitra Kreasidharma, selaku produsen pupuk tersebut," kata Sapto.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo, mengapresiasi hasil panen kelompok Tani Silayur. Diharapkan keberhasilan kelompok ini dapat memacu kelompok tani lainnya untuk meningkatkan produktivitas padi.  "mudah-mudahan jadi pemacu spirit untuk kelompok tani lainnya guna meningkatkan produktivitas padi," ujar Sutedjo.

Sutedjo mengatakan Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pertanian dan Pangan akan mengevaluasi setiap hasil panenan dari petani. Kemudian dikoordinasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk mendorong petani meningkatkan produktivitas panen