Ratusan ASN Gunungkidul Tunggak BPJS, Terbesar Rp14 Juta
Sebanyak 192 ASN Gunungkidul menunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebanyak 96 pegawai sudah melunasi, sementara lainnya mencicil tunggakan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Kasus penularan Covid-19 di Gunungkidul bertambah 25 pasien pada Sabtu (15/8/2020). Penambahan ini merupakan rekor terbanyak dalam sehari.
Sebelumnya, rekor penularan terbanyak hanya sepuluh kasus dalam sehari, yakni pada 7 Mei dan 22 Juni lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan tambahan 25 kasus dalam sehari merupakan rekor baru. Sebanyak 19 kasus berasal dari pegawai dinas kesehatan. Enam kasus lainnya merupakan hasil dari kontak pasien positif. "Kami akan terus lakukan tracing untuk mencegah penularan yang lebih luas," kata Dewi, Sabtu.
Dia menjelaskan, pegawai dinas kesehatan dalam kondisi baik, meski dinyatakan positif corona. "Mudah-mudahan mereka bisa segera negatif dan dinyatakan sembuh," ungkapnya.
Dengan tambahan 25 kasus ini, jumlah akumulasi pasien positif sebanyak 153 kasus. 108 pasien dinyatakan sembuh, 41 kasus masih menjalani perawat dan empat pasien dinyatakan meninggal dunia. "Untuk kesembuhan hari ini ada tiga pasien setelah dilakukan pengetesan ulang," katanya.
Hingga sekarang sudah ada 3.348 orang yang diambil spesimennya. Hasilnya, 153 orang dinyatakan positif dan sebanyak 2.884 warga dinyatakan negatif. "Masih ada 153 sampel yang masih menunggu hasil uji laboratorium," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 192 ASN Gunungkidul menunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebanyak 96 pegawai sudah melunasi, sementara lainnya mencicil tunggakan.
KPK memeriksa lima saksi baru dalam kasus dugaan gratifikasi eks Kakanwil DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv.
Sebanyak 49 penerima MBG di Turi Sleman mengalami gejala gangguan pencernaan. Operasional SPPG Turi Wonokerto dihentikan sementara.
Lima bandara kembali beroperasi usai terdampak abu Anak Krakatau. Keselamatan, pemeriksaan pesawat, dan penumpukan penumpang jadi perhatian.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta dinas terkait memastikan persediaan beras tersebut terdistribusi secara lancar hingga ke konsumen
Warga Desa Puro, Sragen, mengeluhkan bau sungai yang diduga dari SPPG. Pengelola menyebut limbah rumah tangga juga bisa menjadi penyebab.