Blokir Rekening Peserta Demo, Bank Mandiri Dihujat hingga Minta Maaf
Bank Mandiri meminta maaf atas pemblokiran rekening warga Pati yang berisi sekitar Rp80,9 juta dan menjelaskan alasan pemblokiran.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Demi memenuhi kebutuhan anaknya belajar daring, seorang warga Sleman nekat mencuri telepon genggam.
Tidak memiliki uang untuk membeli handphone, seorang pria di Sleman, DIY, SN (30) nekat merampas handphone pengendara motor. Aksi nekatnya itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan anaknya belajar online.
Kapolsek Seyegan, AKP Samidi mengatakan aksi pencurian ini dilakukan pelaku pada Senin (20/7/2020) di Jalan Seyegan-Godean, tepatnya di Desa Margodadi, Seyegan. Saat itu korban Kaswasih memboncengkan anaknya yang memainkan handphone.
BACA JUGA: Begini Serunya Merayakan Hari Kemerdekaan Secara Virtual Lewat Game
Ketika hendak berbelok, korban berhenti di tepi jalan. Saat itu pelaku yang sudah membuntuti langsung merampas handphone yang dibawa anaknya dan kabur. Kasus ini kemudian dilaporkan ke polsek dan ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.
“Dari penyelidikan itu, mengarah kepada tersangka dan pelaku kami amankan pada Jumat (14/8/2020) lalu,” kata kapolsek, Senin (17/8/2020).
Dari pemeriksaan yang dilakukan, pelaku mengakui melakukan aksi pencurian karena alasan ekonomi. Saat ini dia tidak bekerja, dan harus mendampingi anaknya belajar. Rencananya handphone tersebut untuk sarana belajar anaknya.
“Pelaku ini tidak bekerja dan ingin memiliki handphone untuk belajar anaknya,” kata Kanit Reskrim Polsek Seyegan Ipda Agus Suparno.
Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya, maksimal lima tahun penjara. Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita handphone dan sepeda motor yang dipakai oleh pelaku saat merampas.
Artikel ini telah tayang di iNews.id berjudul "Demi Anak Belajar Online, Warga Sleman Rampas Handphone Pengendara Motor"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Bank Mandiri meminta maaf atas pemblokiran rekening warga Pati yang berisi sekitar Rp80,9 juta dan menjelaskan alasan pemblokiran.
Pengungsi gempa NTT berkurang 4.142 orang menjadi 188.161 orang. BNPB mencatat 111 meninggal dan 95.567 rumah rusak.
MER-C Yogyakarta meresmikan gedung sekretariat baru di Sleman untuk memperkuat kegiatan kemanusiaan dan layanan kesehatan masyarakat.
Ruwatan 13 anak bajang dalam Dieng Culture Festival 2026 diwarnai kisah Laira dan permintaan unik anak-anak berambut gimbal di Dieng.
Retribusi Pantai Glagah segera diuji coba secara digital. Wisatawan bisa membayar dengan QRIS, kartu debit, kartu kredit, dan e-money.
Empat chef jaringan Accor berkolaborasi menghadirkan A Taste of Java di The Phoenix Hotel Jogja pada 29–30 Agustus 2026.