Di Tempat Sampah Piyungan, Lima Mantan Napiter Ikrarkan Kembali ke NKRI

Puluhan truk pengangkut sampah mengantre untuk menurunkan muatan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, Rabu (8/1/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
18 Agustus 2020 02:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak lima mantan narapidana teroris (napiter) membacakan ikrar kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan RI ke-75 di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Sitimulyo, Bantul, Senin (17/8/2020).

Selain, diikuti oleh lima napiter upacara HUT tersebut juga diikuti oleh pihak kepolisian, pemulung, dan warga sekitar.

Salah satu mantan napiter, Muhammad In’am mengatakan, pengucapan ikrar kembali ke NKRI yang diucapkannya saat upacara bendera tersebut dilakukan secara sadar. Sebab, Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) wilayah DIY ini sadar jika sempat melakukan kesalahan dan sudah saatnya untuk hidup berdampingan dengan warga lainnya.

Baca juga: Layanan Penukaran Uang Baru Rp75.000 Bisa Dilakukan di 5 Bank, Ini Syaratnya..

Adapun YLP adalah yayasan yang berpusat di lamongan dengan tujuan agar mengajak para napiter kembali ke NKRI. Setidaknya hingga kini ada 100 mantan napiter yang tergabung dalam yayasan tersebut.

“Karena, kami ingin hidup damai berdampingan dan memberikan yang terbaik untuk bangsa ini,” katanya.

Inspektur upacara yang juga Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto mengaku mengapresiasi peserta yang terlibat dalam upacara tersebut. Pada kesempatan itu, Yulianto juga meminta kepada warga untuk dapat menerima mantan napiter tersebut dengan baik. “Karena mereka semua sama dengan kita,” ucapnya.