120 Tenaga Kesehatan di Bantul Terkonfirmasi Positif Covid-19

Ilustrasi - Freepik
18 Agustus 2020 14:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Tenaga kesehatan (nakes) yang terkonfirmasi positif Coronavirus Disease (Covid-19) di Bantul terus bertambah. Sampai Selasa (18/8/2020) ini, sudah ada 120 nakes terpapar virus Corona selama pandemi Covid-19.

“Untuk nakes [yang terkonfirmasi positif Covid-19] sampai sekarang sekitar 120an,” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Penularan Virus Covid-19 Bantul, Sri wahyu Joko Santoso, saat dihubungi Selasa.

BACA JUGA: Viral Baju Adat China di Uang Baru Rp75.000, Begini Penjelasan BI

Sri Wahyu mengatakan nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut bukan hanya nakes yang bertugas di puskesmas atau pusat layanan kesehatan pertama, tetapi juga di rumah sakit milik pemerintah dan swasta yang menangani pasien Covid-19. Sebagian besar nakes tersebut juga sudah sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasa, sehingga tidak sampai menganggu proses pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

Oki, sapaan akrab Sri Wahyu Joko Santoso, berujar tidak mengetahui pasti penyebab nakes tertular virus SARS CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19. Namun berdasarkan hasil evaluasi, beberapa penyebab di antaranya ada yang tertular dari pasien dan ada juga yang tertular di lingkungan pribadi nakes.

BACA JUGA: Ini Urutan Sebaran Kasus Corona di Dunia Berdasarkan Letak Benua

Ia mencontohkan ada nakes yang baru melakukan perjalanan dari luar daerah, ada yang rumah nakes tersebut kedatangan tamu, ada juga yang tertular dari anaknya yang melakukan perjalanan, “Ada juga yang [tertular] setelah pulang dari acara mantu [pesta perkawinan],” ujar Oki.

Meski banyak nakes di Bantul yang positif Covid-19, Oki memastikan pelayanan kesehatan tidak terlalu terganggu karena banyak yang terkonfirmasi positif sudah sembuh kembali.

BACA JUGA: Meninggal karea Corona, Ini Rekam Jejak Jaksa Fedrik Selain Kasus Novel Baswedan

Oki mengatakan belum ada penularan dari klaster perkantoran seperti yang terjadi di Dinas Kesehatan Gunungkidul. Jawatannya baru menekusuri semua aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Dinas Kesehatan Bantul.  Sebab, menurut dia, ada beberapa ASN Dinas Kesehatan yang berkontak langsung dengan nakes yang terkonfirmasi positif. “Baru mulai hari ini kami melakukan tracing di Dinas Kesehatan,” ujar pria yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul ini.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo mengatakan untuk menghindari penularan virus Corona di perkantoran dengan memperketat protokol kesehatan. Protokol kesehatan di perkantoran ini,  kata dia,  juga berlaku bagi tenaga non medis dan masyarakat umum.  Agus mencontohkan soal penggunaan masker. Masih banyak warga yang mengabikannya.

 “Misalnya dalam rapat-rapat banyuak orang kan pasti disediakan makanan itu sudah pasti membuka masker [terjadi interaksi]. Itu kan hal sepele, sehingga kami akan ketat terhadap hal-hal seperti itu,” ujar Agus.