Dunia Bergerak, AS dan Negara Lain Bantu Venezuela Usai Gempa M 7,5
AS kirim tim penyelamat dan bantuan medis ke Venezuela usai gempa M 7,5. Banyak negara ikut bergerak bantu korban.
Kartu BPJS Kesehatan/Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Sudah belasan tahun menjadi peserta BPJS Kesehatan, bukan satu dua kali manfaat yang dirasakan Niken Indar. Warga Pugeran, Maguwoharjo, Depok, Sleman ini mengaku banyak manfaat yang dia rasakan selama menjadi peserta.
Selain pengobatan biasa, katanya, beberapa kali ia menggunakan program Jaminan Kesehatan Nasional tersebut untuk tindakan medis yang dianggap krusial. Misalnya untuk kelahiran prematur. "Saat kelahiran anak pertama, lahir prematur. Itu tahun 2014. Lahir normal tetapi kemudian bayi di inkubasi di rumah sakit selama 11 hari karena mengalami hipoglikemia. Seluruh biaya ditanggung BPJS," katanya, Senin (17/8/2020).
Kelahiran anak keduanya dilakukan secara caesar. Operasi caesar juga dijalani sesuai prosedur BPJS Kesehatan. Beberapa peralatan yang tidak dikover dibeli sendiri sesuai kebutuhan. Sama halnya dengan anak pertama, proses kelahiran anak keduanya juga menggunakan jaminan kesehatan tersebut. Praktis, tidak ada persoalan biaya yang dihadapi karena semua dilalui sesuai prosedur.
"Saya juga oleh dokter didiagnosis diabetes melitus. Beberapa bulan sudah menjalani kontrol. Selama proses pengobatan juga menggunakan kartu ini. Alhamdulillah semua berjalan normal," katanya.
Saat ini, anak pertamanya sedang menjalani terapi Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). ADHD, biasa disebut dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas, menyebabkan penderitanya kesulitan memusatkan perhatian, menjadi terlalu aktif (hiperaktif) dan cenderung bertindak tergesa-gesa tanpa berpikir panjang (impulsif).
"Selama proses terapi, ada prosedur yang dijalankan. Mulai faskes pertama hingga rujukan semuanya dijalani. Saat ini masih dalam proses pendampingan psikolog," katanya.
Proses terapi sempat berhenti beberapa bulan saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, termasuk DIY. Di masa new normal saat ini, proses terapi mulai diikuti lagi. Dia beruntung mendapatkan pelayanan yang baik sehingga semua berjalan normal.
"Saya berharap BPJS Kesehatan terus meningkatkan pelayanan terbaik bagi peserta. Yang belum baik ditingkatkan yang sudah baik dipertahankan," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AS kirim tim penyelamat dan bantuan medis ke Venezuela usai gempa M 7,5. Banyak negara ikut bergerak bantu korban.
Royalti musik DIY masih rendah. Kemenkum DIY dan LMKN mendorong hotel, kafe, dan pusat belanja patuh membayar royalti musik.
Pergeseran tren wisata global menuju wellness tourism dibahas dalam Stipram Creative Venture Fest 2026 di Yogyakarta.
Pemerintah memetakan kebutuhan SDM hilirisasi. Perguruan tinggi diminta menyiapkan lulusan yang sesuai kebutuhan industri strategis.
Kemendikdasmen mengungkap Indonesia masih membutuhkan 11.000 Guru Pendamping Khusus untuk mendukung pendidikan inklusi di sekolah.
Kemendag memberi masa transisi hingga 18 bulan bagi seller marketplace mengurus NIB sesuai Permendag Nomor 19 Tahun 2026.