Kasus Daycare Little Aresha, 7 Pengasuh Minta Dibebaskan dari Dakwaan, Ini Alasannya
Tujuh terdakwa kasus Little Aresha meminta dibebaskan. Tim penasihat hukum menilai para pengasuh menjalankan SOP yang ditetapkan manajemen daycare.
Kartu BPJS Kesehatan/Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Sudah belasan tahun menjadi peserta BPJS Kesehatan, bukan satu dua kali manfaat yang dirasakan Niken Indar. Warga Pugeran, Maguwoharjo, Depok, Sleman ini mengaku banyak manfaat yang dia rasakan selama menjadi peserta.
Selain pengobatan biasa, katanya, beberapa kali ia menggunakan program Jaminan Kesehatan Nasional tersebut untuk tindakan medis yang dianggap krusial. Misalnya untuk kelahiran prematur. "Saat kelahiran anak pertama, lahir prematur. Itu tahun 2014. Lahir normal tetapi kemudian bayi di inkubasi di rumah sakit selama 11 hari karena mengalami hipoglikemia. Seluruh biaya ditanggung BPJS," katanya, Senin (17/8/2020).
Kelahiran anak keduanya dilakukan secara caesar. Operasi caesar juga dijalani sesuai prosedur BPJS Kesehatan. Beberapa peralatan yang tidak dikover dibeli sendiri sesuai kebutuhan. Sama halnya dengan anak pertama, proses kelahiran anak keduanya juga menggunakan jaminan kesehatan tersebut. Praktis, tidak ada persoalan biaya yang dihadapi karena semua dilalui sesuai prosedur.
"Saya juga oleh dokter didiagnosis diabetes melitus. Beberapa bulan sudah menjalani kontrol. Selama proses pengobatan juga menggunakan kartu ini. Alhamdulillah semua berjalan normal," katanya.
Saat ini, anak pertamanya sedang menjalani terapi Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). ADHD, biasa disebut dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas, menyebabkan penderitanya kesulitan memusatkan perhatian, menjadi terlalu aktif (hiperaktif) dan cenderung bertindak tergesa-gesa tanpa berpikir panjang (impulsif).
"Selama proses terapi, ada prosedur yang dijalankan. Mulai faskes pertama hingga rujukan semuanya dijalani. Saat ini masih dalam proses pendampingan psikolog," katanya.
Proses terapi sempat berhenti beberapa bulan saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, termasuk DIY. Di masa new normal saat ini, proses terapi mulai diikuti lagi. Dia beruntung mendapatkan pelayanan yang baik sehingga semua berjalan normal.
"Saya berharap BPJS Kesehatan terus meningkatkan pelayanan terbaik bagi peserta. Yang belum baik ditingkatkan yang sudah baik dipertahankan," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh terdakwa kasus Little Aresha meminta dibebaskan. Tim penasihat hukum menilai para pengasuh menjalankan SOP yang ditetapkan manajemen daycare.
Pemkot Jogja menyiapkan pembiayaan melalui Jamkesda bagi korban kekerasan saat demonstrasi 28 Oktober 2026 setelah verifikasi Dinsos.
KSPSI AGN-ATUC Gunungkidul mengusulkan UMK 2027 minimal Rp2.659.000 atau naik 7,5%-10% demi menjaga daya beli pekerja.
Mentan Amran mengungkap 13 tersangka dalam delapan kasus pelanggaran beras yang melibatkan 15 merek. Pelaku terancam pidana hingga tujuh tahun.
Polresta Jogja menetapkan pria berinisial W sebagai tersangka dan menahannya setelah kedapatan membawa senjata tajam saat aksi 28 Oktober di Malioboro.
Produksi ikan budidaya Kota Jogja rata-rata 48,59 ton per tahun. Pemkot mendorong pengembangan pokdakan untuk memenuhi kebutuhan warga.