Rp1,9 Triliun Duit Ganti Rugi Tol Jogja Solo Siap Dikucurkan Akhir Tahun

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/Nicolous Irawan
20 Agustus 2020 20:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Wijayanto mengatakan proses pembangunan untuk seksi pertama lahan dari Kartosuro-Jogja diharapkan dimulai pada pertengahan 2021. Untuk pembebasan lahan sendiri disiapkan Rp1,9 triliun dari total anggaran Rp6,2 triliun (seksi dua dan seksi tiga).

"Jika proses pengadaan tanahnya tidak mendapat hambatan selama September-Oktober, pada bulan November-Desember bisa dilakukan pembayaran kerugian," katanya, Kamis (20/8/2020).

Totok mengatakan pembebasan lahan tersebut untuk seksi pertama bergerak dari Purwomartani ke timur sementara dari Kartosuro bergerak ke Barat. Dia berharap pembebasan lahan bisa selesai sebelum akhir tahun. "Proses pengukuran targetnya selesai dalam satu bulan, inventarisasi dan ganti kerugian selesai dalam satu bulan berikutnya, kami langsung ke Barat (seksi kedua)," katanya.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan pemasangan patok untuk pembangunan jalan tol di DIY merupakan momentum bersejarah karena pertama terjadi di DIY. Dia berharap dengan pemasangan patok tol Jogja-Solo, pembebasan tanah bisa selesai dengan cepat. "Sebelum akhir tahun bisa selesai pembayaran kerugiannya. Tidak perlu menunggu akhir tahun," kata Aji.

Jika proses pembayaran ganti kerugian dilakukan, kata Aji, maka warga terdampak bisa memanfaatkan dana untuk hal-hal yang diperlukan. Partisipasi masyarakat, katanya dibutuhkan untuk menyukseskan program strategis nasional ini. "Jika masih ada permasalahan bisa dirembug dengan baik sehingga tidak menimbulkan masalah sosial," harapnya.

Oleh karenanya, meskipun sosialisasi rencana pembangunan jalan tol ini sudah dilakukan namun pihaknya masih akan terus memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada warga terdampak. "Terutama soal apa saja yang harus disiapkan. Nanti BPN yang melaksanakan pembebasan tanah," katanya.