Bantu Warga Terdampak Tol Jogja-Solo Cari Rumah Baru, Pemerintah Gaet Perbankan

Ilustrasi. - Freepik
21 Agustus 2020 22:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Wijayanto mengatakan bagi warga terdampak pembangunn tol yang kebingungan untuk mencari rumah baru (pengganti) pihaknya sudah meminta bantuan perbankan.

Yakni para bank penyalur baik Mandiri, BRI, BNI dan BTN, untuk membantu menyediakan rumah dengan perlakuan khusus.

"Kami juga pesan mereka untuk tetap mengedukasi warga. Terutama bangunan rumahnya yang tergusur. Bank bisa memberikan dengan perlakuan khusus, termasuk usaha yang terdampak, bisa didampingi oleh teman-teman perbankan," katanya.

Adapun lembaga pendidikan seperti sekolah yang tergusur jalan tol juga mendapatkan perhatian khusus. Pihaknya akan membangun lebih dulu sekolah yang tergusur sebelum
sekolah tersebut digusur.

"Jadi bangunannya sudah disiapkan dulu. Kalaupun belum selesai, kami akan carikan bangunan untuk disewa. Yang penting anak-anak sekolah dulu," kata Totok.

Budi mengatakan setelah pemasangan patok dan pengukuran, tahapan selanjutnya akan dilakukan penilaian harga melalui tim appraisal. Budi belum mengetahui mekanisme penggantian ganti rugi yang akan dilakukan tim appraisal apakah tim nanti dasar penilaian menggunakan NJOP atau zona nilai tanah (ZNT).

"Nilai tanah kan dipengaruhi oleh beberapa hal. Selain harga pasar, nilai tanah juga dipengaruhi oleh nilai ekonomis. Kemarin nilai historis juga akan dihargai, semoga itu benar," katanya.

Namun jika dibandingkan NJOP, kata Budi, warga lebih memilih penilaian tim appraisal menggunakan ZNT. Alasannya, ZNT lebih mendekati harga pasaran yang saat ini antara Rp2 juta hingga Rp3 juta per meter. "Kalau menggunakan NJOP misalnya Rp500.000 namun faktanya sudah jauh di atas itu," ujar Budi.