Peternakan di Gunungkidul Akan mendapat Stimulus Kredit Lunak

Ilustrasi peternakan ayam - Bisnis Indonesia/Paulus Tandi Bone
22 Agustus 2020 12:17 WIB Lugas Subarkah Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dalam merangsang pertumbuhan ekonomi, pemerintah telah mencanangkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dengan memberi berbagai stimulus untuk produksi dan konsumsi masyarakat, salah satunya dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY yang stimulus bagi sektor peternakan di Gunungkidul.

Kepala OJK DIY, Parjiman, menjelaskan pemberian stimulus ini melalui BPD DIY, sebagai salah satu penyalur stimulus dari pemerintah. “Rencananya besok selasa [25/8] secara simbolik akan diserahkan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, pada satu perusahaan dari klaster peternakan,” ujarnya.

BACA JUGA : Ada Pandemi Corona, Koperasi di Sleman Berikan Penundaan

Stimulus yang diberikan berupa kredit lunak dengan bunga murah. Stimulus ini merupakan bagian dari program Penempatan Uang Negara dari Kementerian Keuangan. BPD kata dia, mendapat fasilitas Penempatan Uang Negara sebesar RP1 triliun. Bank lain yang mendapat program ini diantaranya Mandiri Rp10 triliun, BRI Rp10 triliun, BNI dan BTN masing-masing Rp5 triliun.

Program ini salah satunya digunakan untuk pemulihan ekonomi, terutama pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pemberian stimulus kata dia, sebenarnya tidak terbatas pada sekor peternakan, tapi semua sektor termasuk pariwisata. “Cuma yang terdekat, yang sudah siap adalah sektor peternakan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan saat ini banyak uang negara yang digunakan untuk pemulihan ekonomi. Hal ini merespon pertumbuhan ekonomi triwulan kedua 2020 yang secara nasional -5,32% year on year. Pemulihan ekonomi perlu segera dilakukan karena jika pada triwulan ketiga nanti masih minus, maka Indonesia akan mengalami resesi.

BACA JUGA : Resmi! Uang Muka Kredit Kendaraan Dipotong Jadi 0 Persen

“Makanya kami harapkan di triwulan tiga bisa positif dengan cara seperti itu, memberi stimulus pada industri di berbagai sektor, melalui perbankan untuk bisa menyalurkan dengan tingkat suku bunga murah,” kata dia.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembanguan Setda DIY, Tri Saktiyana, menuturkan pemuliahan ekonomi juga dilakukan di sektor pariwisata, dengan menerapkan konsep quality tourism, bukan mass tourism, yakni wisatawan dengan jumlah terbatas namun memiliki daya beli tinggi.

Selain itu, pariwisata juga masih mengutamakan wisatawan lokal dari sekitar DIY dan belum membuka untuk wisatawan luar negeri. “Produksi dan sehat harus beriringan. Kalau sehat tapi tidak produksi nanti jadi tidak sehat juga,” ujarnya.