Anak Pasutri Difabel Miskin di Gunungkidul yang Kehilangan Ponsel Kini Tuai Bantuan

Ishma Tukha Nur Solechah, saat menunjukkan medali panjat tebing yang diperolehnya di rumahnya di Dusun Siyono Wetan, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, Minggu (23/8/2020).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
23 Agustus 2020 20:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kesedihan Ishma Tukha Nur Solechah, 13, telah berakhir. Telepon seluler miliknya yang hilang digondol maling beberapa hari lalu sudah berganti baru.

Tak hanya itu, anak dari keluarga kurang mampu ini juga mendapat bantuan dari berbagai pihak setelah kisahnya menyebar dan jadi berbincangan di masyarakat.

Rena bahagia terpancar di wajah Ishma Tukha Nur Solechah, 13, saat sejumlah awak media termasuk Harian Jogja, berkunjung ke rumahnya di Dusun Siyono Wetan, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, Minggu (23/8/2020) siang. Didampingi orang tuanya Slamet Supriono, 50, dan Turisah, 47 serta si adik, Muhammad Nasta'in, 8, Ishma bercerita tentang bagaimana ia bisa mendapatkan ponsel baru. "Kemarin ada bapak-bapak ke sini, ngasih handphone baru," ujarnya sumringah.

Keceriaan ini begitu kontras dibandingkan beberapa hari lalu. Musababnya, ponsel Ishma yang biasa digunakan untuk mengikuti pembelajaran online lenyap digondol maling.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (19/8/2020). Kurang lebih pukul 17.00 WIB, Ishma kedatangan tamu yang mengaku pasangan suami istri. Dua orang paruh baya yang belum pernah Ishma lihat itu mendaku hendak menggunakan jasa pijat orang tuanya. Kedua orang tua ishma, memang bekerja sebagai tukang pijat. Mereka membuka jasa di rumah.

Ishma sempat mengobrol dengan dua orang asing itu. Obrolan yang mulanya membahas tentang pijat memijat, beranjak ke topik lain. Si perempuan, lawan bicara Ishma, menawarinya menjadi model rias. Ishma yang lugu mengiyakan tawaran tersebut, karena si perempuan mengaku sudah kenal dengan ibunya, Turisah. Apalagi, Ishma dijanjikan bayaran yang cukup besar, yakni Rp300.000.

Namun, oleh orang tersebut, Ishma diminta untuk mencari satu model lagi. Ishma yang kadung sumringah karena akan dapat rejeki nomplok lantas bergegas keluar rumah. Ia mencari teman sebayanya untuk diajak menjadi model rias.

Siapa sangka hal itu justru membawa malapetaka. Sesampainya di rumah, dua orang itu sudah tidak ada di tempat. Ishma pun langsung mencari ke setiap sudut rumah bahkan di seputaran kampung tempatnya tinggal, tapi tetap tidak ketemu. Merasa ada yang janggal, Ishma coba mengecek kondisi di dalam rumahnya. Benar saja, ponsel miliknya yang sedang ia isi daya sudah lenyap. Kedua orang tuannya pun yang sedari tadi di dalam rumah juga tak mengetahui di mana ponsel tersebut berada. Kondisi fisik orang tua Ishma yang merupakan penyandang disabilitas tuna netra dimanfaatkan pelaku untuk menjarah ponsel tersebut.

Siswa kelas VIII MTS Negeri 4 Wonosari ini sedih bukan main. Sebab hilangnya ponsel itu membuat ia kesulitan mengikuti pembelajaran daring. Di sisi lain, orang tuanya yang selama pandemi ini sepi konsumen tak mampu membelikannya ponsel baru. Satu-satunya cara, adalah dengan mengandalkan ponsel milik ayah Ishma, yang digunakan secara bergantian dengan adiknya yang juga ikut pembelajaran daring.

Kabar hilangnya ponsel milik bocah dari keluarga kurang mampu ini menyebar secara masif. Hingga akhirnya, pada Sabtu (24/8/2020), sejumlah orang yang sudah mendengar kabar ini mendatangi rumah Ishma. Ishma bercerita salah satu dari mereka yang datang itu adalah anggota DPR RI, Subardi. Subardi saat itu memberikan sejumlah uang dan handphone untuk Ishma. "Alhamdulillah sekarang sudah bisa belajar online lagi," kata Ishma bersyukur.

Hari berlanjut, bantuan yang diterima Ishma terus berdatangan, termasuk dari Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi. Immawan berencana memberikan bantuan uang untuk keperluan alat sekolah Ishma dan adiknya. "insyallah saya akan bantu untuk beli peralatan sekolah," ujar Immawan melalui video call yang turut disaksikan Ishma.

Dalam kesempatan yang sama, Immawan juga mengapresiasi Ishma yang ternyata memiliki segudang prestasi di bidang olahraga panjat tebing. Sedikitnya ada 17 medali yang sudah diperoleh gadis cilik ini. Beberapa di antaranya merupakan penghargaan tingkat nasional. "Saya bangga dengan kamu [Ishma] karena sudah berprestasi dan membawa nama harus Gunungkidul di tingkat nasional," ujarnya.