Ini Dia, 18 Destinasi Wisata di Kulonprogo yang Dapat Rekomendasi Uji Coba

Simulasi penerapan protokol kesehatan di pintu masuk objek wisata Kalibiru, Senin (29/6/2020) - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
23 Agustus 2020 15:57 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulonprogo mewajibkan pelaku di bidang pariwisata untuk senantiasa menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Sementara ini, ada 18 objek wisata yang telah mendapatkan rekomendasi uji coba.

Kepala Dinpar Kulonprogo, Joko Mursito menuturkan saat ini rekomendasi yang diberikan kepada sejumlah pengelola obyek wisata di Kulonprogo masih bersifat uji coba operasional secara terbatas. "Artinya belum buka secara penuh. Kita selalu monitoring dan evaluasi di lapangan," kata Joko pada Minggu (23/8/2020).

Bagi objek wisata yang telah mendapatkan rekomendasi uji coba operasional terbatas, kata Joko, harus melengkapi area wisata tersebut dengan sarana cuci tangan dengan sabun, alat pengecek suhu badan, serta menyediaman masker bagi yang ingin membeli di tempat.

Ia merinci sejauh ini ada delapan objek wisata yang dikelola pemerintah yang sudah mendapat rekomendasi, antara lain Pantai Glagah, Pantai Trisik, Pantai Congot, Waduk Sermo, Gua Kiskendo, Kebun Teh Nglinggo, Kebun Teh Tritis, dan Puncak Suroloyo.

Di samping itu, sepuluh obyek wisata yang dikelola masyarakat secara swadaya yang juga telah mendapatkan rekomendasi uji coba antara lain Pule Payung, Ekowisata Sungai Mudal, Dolan Deso Boro, Air Terjun Kedung Pedut, Kalibiru, Taman Bendung Kamijoro, Gunung Kuniran, Taman Bambu Air Sermo, serta Mangrove Pantai Pasir Kadilangu.

Baca Juga: Tanpa Operasi dan Obat, Ini Cara Memperbesar Payudara

"Dalam waktu dekat kami akan dirikan posko terpadu di destinasi utama Kulonprogo, melibatkan Dinas Pariwisata, POLRI, TNI, Satpol PP, BPBD, Dinkes, dan Linmas," ujarnya.

Selama berwisata di Kulonprogo, Joko berharap para pengunjung bisa selalu menaati protokol kesehatan. "Penerapan kesadaran bermasker, cuci tangan, dan jaga jarak agar menjadi kebiasaan yang melekat di masyarakat," tuturnya.

Untuk mengurangi risiko penularan Covid-19, jawatannya juga menerapkan aplikasi Visiting Jogja kepada beberapa objek wisata. Dengan aplikasi ini, wisatawan diharapkan dapat melakukan reservasi secara daring sebelum berwisata, sehingga bisa terdata asal kunjungan wisatawan apakah dari zona merah atau tidak.

"Kita kembangkan aplikasi Visiting Jogja. Isinya untuk reservasi tiket, hotel, dan sebagainya. Aplikasi ini juga bisa untuk tracking dan tracing pengunjung," papar Joko. Meski begitu, bagi wisatawan yang belum melakukan reservasi daring, tetap bisa melakukan reservasi manual di pintu tempat pemungutan retribusi (TPR) wisata.

Selain itu, ia juga meminta bagi pengelola objek wisata untuk menutup kawasan obyek wisata seminggu sekali untuk dilakukan pembersihan dan disinfeksi. "Kami bersepakat Senin menjadi hari libur dan ditutup dari pengunjung untuk keperluan bersih-bersih dan semprot destinasi," imbuhnya.

Sejauh ini, Joko masih enggan menarget jumlah kunjungan wisatawan ke Kulonprogo. Pandemi yang belum bisa diprediksi kapan berakhirnya ini membuatnya mengutamakan kepatuhan wisatawan pada penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga: Dukung Suharsono-Totok di Pilkada Bantul, PKS Janjikan 70.000 Suara

"Di masa pandemi kita tidak berpikir kuantitas, melainkan kualitas pelayanan, terutama soal CHS [Cleanliness, Health, and Safety]," ungkapnya.

Pantai Glagah Masih Primadona

Selama masa liburan panjang akhir pekan ini, Joko menyebut wisata Pantai Glagah masih menjadi destinasi favorit wisatawan. Pasalnya, pada hari libur Tahun Baru Islam yang jatuh pada Kamis (23/8/2020) lalu, Pantai Glagah didatangi 2.791 pengunjung.

Hal ini dibenarkan Petugas TPR Obyek Wisata Pantai Glagah, Agus Subyanto. Menurutnya, akhir-akhir ini kunjungan wisatawan ke Pantai Glagah sudah mulai menunjukkan peningkatan. Pada hari Minggu (23/8/2020) sampai tengah hari saja, ia sudah mencatat ada 2.174 kunjungan wisatawan.

"Kami di TPR mengimbau kepada pengunjung pakai masker, cek suhu bila sudah sampai di lokasi, jangan lupa cuci tangan pada tempat yang sudah disediakan, serta data pengunjungg kami catat ke aplikasi destinasi. Di kawasan juga ada relawan yang selalu mengingatkan jaga jarak," paparnya.

Menurutnya, selama masa uji coba ini, tidak ada pembatasan kunjungan wisatawan, selama wisatawan yang datang patuh protokol kesehatan. Ia juga memastikan di kawasan pantai sejauh ini tak terjadi penumpukan wisatawan yang membuat mereka sulit menjaga jarak.

"Kapasitas Pantai Glagah 10.000 pengunjung, sedangkan wisatawan paling lama di lokasi sekitar 2-3 jam saja, jadi yang di lokasi tetap nggak begitu banyak. Itu pun areanya luas, jadi nggak terpusat di satu tempat saja," jelasnya.