100 Perusahaan Desak Pertahanan Siber Diperkuat Hadapi Ancaman AI
Lebih dari 100 perusahaan meminta pertahanan siber diperkuat menghadapi ancaman AI yang dapat menyasar rumah sakit, pengolahan air, dan infrastruktur internet.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak seratusan warga pemegang Kartu Penerima Manfaat (KPM) di Bantul terpaksa tidak mendapatkan bansos sapu jagat dari APBD Bantul untuk periode Agustus hingga Oktober.
Hal ini lantaran, mereka telah terdaftar sebagai penerima bantuan lainnya. “Ada seratusan data terkoreksi. Ada yang tercatat sebagai penerima bantuan dobel dan ada pula yang salah dalam pencatatan NIK,” kata Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Bantul, Anwar Nur Fahrudin, Senin (24/8/2020).
Meski ada pencoretan ratusan KPM, namun Anwar memastikan kuota pencairan bansos sapu jagat tidak mengalami banyak perubahan. Sebab ada sebanyak 5.000 an KPM di 75 desa di Bantul yang mendapatkan penyaluran bantuan senilai dana sebesar Rp300.000 per bulan untuk Agustus hingga Oktober.
BACA JUGA : Belasan Ribu Data Penerima Bansos di Bantul Eror, Dukuh
“Untuk penyaluran, kami akui ada keterlambatan. Kemarin kami agendakan, 19, 24, 25 dan 26 Agustus. Tapi dalam perkembangannya pihak BPD DIY banyak yang libur dan cuti bersama. Oleh karena itu kami jadwal ulang dari 25 hingga 28 Agustus,”terang Anwar.
Lebih lanjut Anwar mengungkapkan besaran pencairan bansos sapu jagat kali ini lebih kecil dibandingkan tahap I dan II. Sebab, ada total 8.984 KPM penerima bansos yang mendapatkan Rp600.000 per bulan untuk Mei, Juni dan Juli.
Sedangkan untuk periode Agustus, September dan Oktober, penerima bansos sapu jagat hanya akan menerima Rp300.000 per bulan.
“Untuk penerima bansos kali ini juga harus merupakan KPM baru. Sedangkan pencairan nantinya juga melalui BPD DIY,” terangnya.
BACA JUGA : Dugaan Penggelapan Dana Bansos di Bantul: Polres Tunggu
Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bantul Ani Widayani mengatakan, pihaknya beberapa waktu lalu memang fokus kepada penyelesaian Musdes terkait dengan pencairan BLT DD. Akan tetapi, tidak melupakan terkait dengan pencairan bantuan sapu jagat.
“Sejauh ini kami menunggu saja untuk pencairannya,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 100 perusahaan meminta pertahanan siber diperkuat menghadapi ancaman AI yang dapat menyasar rumah sakit, pengolahan air, dan infrastruktur internet.
Marc Marquez memenangkan Sprint Race MotoGP Aragon 2026 setelah mengungguli Alex Marquez dan Marco Bezzecchi dalam balapan 11 lap.
Swiss memiliki suku bunga 0% dan menjadi yang terendah dalam daftar. Bagaimana posisi Indonesia dengan suku bunga 5,75% pada Agustus 2026?
Mobil memasuki usia lima tahun? Cek tujuh komponen penting mulai dari ban, oli, kaki-kaki, aki hingga timing belt dan V-belt.
Thailand melaju ke final AVC Continental 2026 usai mengalahkan Jepang 3-1. Hasil ini sekaligus memastikan tiket World Cup 2027 bagi Negeri Gajah Putih.
Agrinas Palma Nusantara menjajaki penggunaan truk listrik untuk mengangkut tandan buah segar sawit guna mendukung modernisasi logistik dan keberlanjutan industr