Dokter yang Meninggal karena Corona Punya Komorbid, Begini Penjelasan RSUP Sardjito

Ilustrasi mayat - Ist/Okezone
24 Agustus 2020 17:57 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Otoritas RSUP Dr. Sardjito mengonfirmasi beredarnya kabar meninggalnya seorang dokter yang dirawat di rumah sakit tersebut lantaran positif Covid-19. Dokter tersebut meninggal dunia pada Minggu (23/8/2020) malam.

Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, Rukmono Siswihanto menuturkan pasien yang bersangkutan memang berprofesi sebagai dokter, namun tugasnya bukan di RSUP Dr. Sardjito. Ia disebut bertugas di rumah sakit lain yang enggan ia sebutkan secara rinci.

"Pasien ini memang seorang dokter ahli bedah. Yang saya harus klarifikasi memang beliau dirawat di Sardjito, namun beliau bukan dokter di Sardjito. Beliau dokter di luar Sardjito. Kebetulan karena beliau sakit, dirawat di Sardjito," ungkap Rukmono dalam jumpa pers di RSUP Dr. Sardjito, pada Senin (24/8/2020).

Lantaran bukan tenaga kesehatan di rumah sakitnya tersebut, Rukmono juga belum mengetahui apakah dokter yang bersangkutan merawat pasien Covid-19 atau tidak. Saat ini, penelusuran kontak atas pasien tersebut ia serahkan pada dinas terkait.

Ketua Tim Viral Airborne RSUP Dr. Sardjito, Ika Trisnawati menuturkan pasien tersebut mulai dirawat di RSUP Dr. Sardjito sejak Jumat (14/8/2020) lalu. "Sebelum masuk rumah sakit sudah terkonfirmasi positif Covid-19, sekitar satu atau dua hari sebelumnya," kata Ika.

Menurutnya, selang dua hari setelah dirawat di RSUP Dr. Sardjito, pasien tersebut dipindahkan ke ruang perawatan intensif. Hal ini lantaran pasien diketahui memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

"Saat dipindah kondisi cukup baik, tapi ada komorbid. Ada beberapa, tapi kita segerakan pemantauan ketat dan terapi yang agresif," ungkapnya.

Meski begitu, Ika enggan menyebutkan secara rinci apa penyakit penyerta yang diderita oleh pasien tersebut. Namun, ia menduga keberadaan penyakit penyerta itu yang menyebabkan perburukan kondisi pada pasien berlangsung dengan cepat.

"Tetapi mungkin karena kondisi komorbid itu tadi yang menyebabkan perburukan bisa terjadi dengan cepat. Karena pasien dengan Covid-19 akan memburuk kalau ada satu atau dua komorbid," tambah Ika.

Saat ini RSUP Dr. Sardjito masih merawat 22 pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Tujuh pasien dirawat di critical bed, sementara 15 lainnya dirawat di non-critical bed. Selain itu, masih ada sembilan pasien yang menunggu hasil swab keluar.