Laba Anjlok 90 Persen, Subaru Hentikan Proyek EV Internal
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Rencana pemberian kuota internet bagi peserta didik oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Bantul mengalami kendala.
Sebab, waktu pelaporan data siswa yang akan menerima kuota internet dinilai terlalu mepet.
“Berdasarkan surat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, data siswa dan nomor handphone siswa harus sudah dilaporkan melalui aplikasi dapodik pada 31 Agustus 2020. Ini terlalu mepet,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko, Jumat (28/8/2020).
BACA JUGA: Resmikan YIA, Jokowi Puji Sri Sultan & Pembangunan Bandara
Oleh karena itu, jawatannya belum bisa memastikan berapa banyak siswa di Bantul yang akan mendapatkan bantuan kuota internet. Selain itu, Isdarmoko mengungkapkan pihaknya juga belum memiliki data nomor ponsel siswa, sebab tidak semua siswa memiliki handphone sendiri.
“Kami butuh adanya pencocokan data berupa nomor handphone siswa. Jadi perlu proses lagi mengomunikasikan dengan orang tua ataupun wali,” terang dia.
Isdarmoko mengungkapkan data siswa penerima kuota internet ini sangat berbeda daripada dengan data guru penerima bantuan kuota. Jawatannya telah memiliki data 15.000 guru yang nantinya akan menerima bantuan kuota.
BACA JUGA: Hasil Studi: Nonton di Bioskop Lebih Aman Dibandingkan Ngantor di Ruang Tertutup
“Kalau untuk guru penerima sekitar 15.000 an. Data ini tidak ada kendala. Yang jadi kendala justru untuk siswa. Sebab, ada 70.000 siswa dari tingkat SD kelas atas hingga SMP di Bantul, tetapi ya tadi, kami belum bisa pastikan,” ucap Isdarmoko.
Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Evy Mulyani mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan subsidi kuota kepada siswa dan guru selama empat bulan, mulai September hingga Desember.
Siswa akan mendapat 35 GB per bulan dan guru akan mendapat 42 GB per bulan. Adapun mengenai teknis pemberian bantuan, syarat dan ketentuan bagi yang menerima bantuan subsidi kuota tersebut masih dalam proses finalisasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.