Terungkap! Motif Bayi Ditinggal di KA Sancaka Solo, Ini Kronologinya
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Ilustrasi konser./Harian Jogja-Holy Kartika N.S
Harianjogja.com, SLEMAN--Jagat media sosial Twitter mendadak riuh dengan sebuah kiriman dari pemilik akun @aysririe pada Rabu, (26/8/2020).
Kiriman tersebut berisi tangkapan layar dari akun Instagram sebuah grup musik kondang asal Jogja yang baru saja mengisi acara di sebuah bar pada Senin, (24/8/2020) lalu.
Postingan itu menuai reaksi protes dari warganet. Pasalnya acara tersebut dihelat di tengah pandemi Covid-19 yang masih berkecamuk. Terlebih lagi, berdasarkan kiriman itu, tampak sejumlah penonton menikmati musik tanpa menjaga jarak dan memakai masker.
Harianjogja.com coba menanyakan seputar acara musik tersebut kepada manajemen grup musik yang dimaksud melalui aplikasi pesan singkat. Sayangnya, sampai berita ini ditulis, belum ada jawaban apapun dari manajemen.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja [Satpol PP] Sleman, Arif Permana mengatakan pihaknya akan meninjau kafe yang bertempat di Jalan Magelang itu.
“Satpol PP DIY kemarin malam sudah ke lokasi [yang] dimaksud. Hari ini patroli Satpol PP Sleman juga akan ke lokasi tersebut,” katanya kepada Harianjogja.com, Jumat, (28/8/2020).
Saat ditanya apa tujuan kegiatan peninjauan itu, Arif menyatakan pihaknya akan menanyakan jam operasional dan protokol kesehatan di bar itu. “Tadi pihak manajemen sudah diundang dinas pariwisata,” kata dia.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih menuturkan bahwa operasional tempat hiburan, wisata atau pun resto harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebelum beroperasi, katanya, pengelola wajib mengajukan permohonan kepada pemda. Setelah itu, pemda akan memberikan rekomendasi untuk tahap uji coba.
BACA JUGA: Bikin Ngelus Dada, Ini Curhatan Rektor UNY soal Mahasiswa Bohongi Orang Tua
“Kalau sudah mengajukan permohonan dan sudah diverifikasi, kemudian kami terbitkan rekomendasinya untuk uji coba terbatas,” kata perempuan yang kerap disapa Ning itu kepada Harianjogja.com, Jumat, (28/8/2020).
Kata dia, beberapa kafe serta resto sudah mengantongi rekomendasi dari Dispar Sleman. Sayangnya, saat ditanya soal pemberian rekomendasi yang diberikan kepada kafe yang bersangkutan, Ning tak menjawabnya. Ning juga tak bersedia menjawab saat ditanya hasil pertemuannya dengan pihak manajemen siang tadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Gangguan kecemasan dan depresi dapat menurunkan produktivitas kerja serta kualitas hidup. Kenali dampak dan pentingnya deteksi dini kesehatan mental.
Kontingen Yogyakarta meraih gelar juara umum PORSENI KA 2026 dengan torehan dua emas, dua perak, dan satu perunggu dari berbagai cabang lomba.
Empat korban kecelakaan beruntun di Sibolangit berada di instalasi jenazah RS Adam Malik Medan, sementara enam korban lainnya masih dirawat.
Febrie Adriansyah tidak ditahan usai menjalani pemeriksaan selama 10 jam di Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi dan TPPU perkara PT Asabri.
Morning anxiety dapat membuat seseorang merasa cemas sejak bangun tidur. Kenali enam cara sederhana untuk membantu meredakannya setiap pagi.