Bikin Ngelus Dada, Ini Curhatan Rektor UNY soal Mahasiswa Bohongi Orang Tua

Rektor UNY, Sutrisna Wibawa. - Ist/ Instagram @sutrisna.wibawa
28 Agustus 2020 18:37 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Profesor Sutrisna Wibawa dikenal sebagai salah satu rektor yang melek media sosial. Momen kegiatannya sebagai pemimpin tertinggi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) maupun sebagai kepala keluarga dan seorang kakek, selalu ia bagikan di media sosialnya. 

Belakangan, rektor yang maju mencalonkan diri sebagai Bupati Gunungkidul itu kembali menjadi perbincangan warganet. Kali ini, ia bercerita tentang adanya mahasiswa yang tega membohongi orang tuanya. Mahasiswa itu mengaku masih aktif kuliah dan masih meminta jatah uang kuliah tunggal (UKT) kepada orang tuanya. Padahal, usut punya usut, si mahasiswa sudah di drop out (DO) dari kampus. 

Unggahan itu diposting di akun Twitter dan juga Instagramnya @sutrisna.wibawa. 

Seakan ingin menyampaikan pesan akan besarnya pengorbanan orang tua dalam membiayai pendidikan anak, Sutrisna menyertakan sebuah foto yang menyayat hati. Foto tersebut menunjukkan adanya seorang kakek berpeci yang sedang menuntun sepeda bermuatan keranjang bambu. 

"Beberapa hari yang lalu, ada beberapa orang tua mahasiswa datang ke kampus. Memohon keringanan UKT untuk anaknya karena katanya dulu sudah mengajukan tapi tidak disetujui oleh pihak universitas. Setelah kami cek, ternyata mahasiswa yang bersangkutan mendapatkan pemotongan, bahkan ada yang sampai dibebaskan UKTnya, namun mereka tidak menyampaikan hal tersebut dan tidak jujur kepada orang tuanya. Sehingga orang tua tetap memberikan uang UKT full, tapi uang tersebut entah dipake apa oleh sang anak," tulis Sutrisna. 

Ia menyampaikan bahwa kasus-kasus demikian kerap terjadi. Bahkan sampai ada yang masih meminta uang untuk kuliah praktik dan lainnya meski sejak awal pandemi, kampus mengurangi kegiatan tatap muka dan menghilangkan beberapa praktik perkuliahan dan mengganti dengan hal lain.

Rektor yang dikenal gaul di kalangan mahasiswanya itu merasa sedih atas ulah mahasiswanya itu. "Kadang jika teringat kelakuan-kelakuan mahasiswa seperti itu saya sangat sedih, kenapa mereka sampai tega menipu orang tuanya sendiri? Padahal mereka bersusah payah demi anaknya agar bisa memberikan yang terbaik , tapi si anak tidak bisa menjaga amanah tersebut," lanjut Sutrisna.

Ia pun menjadi teringat saat masih menjadi Sesditjen Belmawa Kemristek Dikti. Kala itu, ia pernah memenuhi undangan wisuda di sebuah universitas. Saat acara akan dimulai, ada sepasang orang tua yang kebingungan di luar gedung. Ketika dikonfirmasi, mereka sedang mencari anaknya yang akan diwisuda hari tersebut.

Beberapa hari sebelumnya si anak menelepon, memberi kabar jika hari itu akan diwisuda, sehingga kedua orang tuanya sengaja datang dari kampung sampai menjual kambing untuk menyewa mobil demi menghadiri wisuda sang anak. Namun saat dicek pihak universitas ternyata anak bersangkutan sudah DO 2 tahun sebelumnya. Tapi kepada kedua orang tuanya mengaku masih kuliah, setiap semester masih minta uang untuk SPP dan perbulannya meminta uang bekal.

"Astagfirullah," tulis Sutrisna.

Ia pun berpesan, jika tidak bisa membuat orang tua bahagia, maka jangan membuat mereka bersedih, jangan terlalu membebaninya, jaga nama baik mereka, dan doakan mereka di setiap ibadah. "Jangan diperbudak oleh gaya hidup sehingga lupa akan mereka," pesannya. 

Ikut gemas dengan ulang para mahasiswa itu, warganet pun memberikan beragam komentar dalam unggahan sang rektor. 

"Speechless e Pak, terutama yg kisah orangtua menghadiri wisuda, tapi anaknya ga ada," tulis @beizi.so. 

"Ya Allah sedih banget bayanginnya. Aku sebagai mantan mahasiswi yg kuliah sambil kerja sampai lulus sakit hati bacanya. Wahai adik-adik, cari uang itu susah ? hargailah orang tua yg masih mampu bahkan berusaha untuk mampu menyekolahkanmu ," timpal @ade.muharni1

"Orang tua sendiri aja dibohongin, gmn nanti kl mrk jadi pejabat publik?," tulis @pryabiasa. 

Sumber : Instagram