Menyesuaikan Kelembagaan DIY, Ratusan Pejabat di Sleman Dilantik

Bupati Sleman Sri Purnomo (kiri) melantik 194 pejabat di Pendopo Parasamya Kantor Setda Kabupaten Sleman, Jumat (28/8/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak.
29 Agustus 2020 09:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Bupati Sleman Sri Purnomo melantik 194 pejabat di Pendopo Parasamya Kantor Setda Kabupaten Sleman, Jumat (28/8/2020). Pejabat yang dilantik terdiri dari  jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Jabatan Fungsional.

Sri menyampaikan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kali ini juga disesuaikan dengan Perda No. 1/2020 tentang perubahan atas Perda No.11/2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Pemkab Sleman yang harus diselaraskan dengan Perda Daerah Istimewa DIY No.1/2018 tentang Kelembagaan Pemerintah Daerah DIY.

BACA JUGA : 38 Pejabat Pemkab Kulonprogo Dilantik secara Virtual

"Sesuai dengan ketentuan yang ada tentang keistimewaan Jogja, maka pada hari ini juga turut dilantik dan diambil sumpahnya beberapa jabatan yang terkait dengan perubahan kelembagaan yang disesuaikan," jelas Sri.

Ia menjelaskan perubahan kelembagaan tersebut terkait  dengan Pergub No.25/2019 tentang Pedoman Kelembagaan Urusan Keistimewaan pada Pemerintah Kota/Kabupaten dan Kalurahan. Beberapa perubahan nama yaitu pada Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa menjadi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, dan Kecamatan menjadi Kapanewon.

"Kapanewon melaksanakan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pemerintahan Kalurahan serta pengoordinasian, pemantauan, dan evaluasi terhadap perencanaan dan pengendalian urusan Keistimewaan di wilayah Kapanewon," kata Sri.

BACA JUGA : 2 Pejabat Baru Pemkot Jogja Dilantik 

Ketentuan kelembagaan yang mengacu pada Perdais DIY ini, katanya, dilaksanakan untuk mencapai efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat berdasarkan prinsip responsibiltas, akuntabilitas, transparansi dan partisipasi dengan memperhatikan bentuk dan susunan pemerintahan istimewa.

"Bentuk dan susunan pemerintahan istimewa terdapat nilai dasar dalam dalam proses panjang pembentukan suatu pemerintahan yang terus dijaga dan dirawat sebagai kearifan lokal," tambahnya.

Adapun Pejabat Tinggi Pratama yang dilantik di antaranya, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana) Muhammad Sugandi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Budiharjo, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Haris Sutarta, Kepala Dinas Pendidikan, Ery Widaryana, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Taupiq Wahyudi dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Sleman Cahya Purnama.