Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (kedua dari kanan) mengambil sumpah jabatan dua pejabat baru di Balai Kota Jogja, Selasa (3/3/2020)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak dua pejabat tinggi pratama di lingkup Jogja dilantik, Selasa (3/3/2020). Kedua pejabat itu masing-masing adalah Sisruwadi sebagai Asisten Kesejahteraan Masyarakat Setda Kota Jogja dan Lucy Irawati sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja.
Sebelum menjabat sebagai Asisten Kesejahteraan Masyarakat Setda Kota Jogja, Sisruwadi tercatat sebagai Kepala Disdukcapil Jogja, sedangkan Lucy Irawati sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kota Jogja.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, menjelaskan proses pemilihan kedua pejabat tersebt dilakukan melalui mekanisme seleksi oleh panitia seleksi (pansel). "Pansel-nya jalan terus, jadi bukan tidak mungkin dalam sebulan ada dua kali pelantikan," ujarnya.
Dengan dilantiknya kedua pejabat tersebut, maka praktis kini ada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkot Jogja yang lowong, di antaranya adalah Dinkopukmnakertrans, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Jogja, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Dinas Kesehatan. “Untuk sementara OPD-OPD itu dipegang oleh pelaksana tugas [plt],” ucap Wali Kota.
Haryadi meminta kepada dua pejabat yang baru dilantik tersebut untuk segera menyesuaikan dengan dinamika yang berlangsung di posisinya yang baru. "Mereka dituntut memiliki akuntabilitas baik. Apalagi hasil evaluasi SAKIP [Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah] dan Laporan Keuangan Pemkot sudah mendapatkan predikat A dan WTP [Wajar Tanpa Pengecualian]," ucap dia.
Menurut dia, pejabat tinggi pratama semestinya jadi teladan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang ada di bawahnya. Dia berharap keduaanya bisa mengubah budaya kerja yang lamban menjadi kreatif, inovatif dan profesional di lingkungan Pemkot.
Selain itu, Haryadi juga berharap Lucy Irawati nantinya bisa meneruskan sejumlah inovasi yang telah dilaksanakan Sisruwadi saat mengomandani Disdukcapil. Di antaranya adalah Manten Anyar Entuk Telu (Mantul), di mana pasangan yang baru menikah langsung mendapat tiga dokumen yakni kutipan akta perkawinan, KK dan KTP elektronik yang datanya sudah dimutakhirkan.
Menanggapi hal ini, Kepala Disdukcapil, Lucy Irawati mengatakan akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mempertahankan dan melanjutkan apa yang telah dilakukan Kepala Disdukcapil sebelumnya. "Sambil belajar dan menyesuaikan saya akan berusaha untuk melanjutkan inovasi-inovasi itu," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
ASDP mencatat lonjakan penumpang dan kendaraan di lintas Jawa-Sumatera serta Bali selama libur panjang Kenaikan Isa Almasih 2026.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Madura United di Bantul. Hasil ini membuat Persis Solo masih punya peluang lolos dari degradasi Liga 1.
AC Milan menang 2-1 atas Genoa pada pekan ke-37 Liga Italia 2025/26 dan naik ke posisi ketiga klasemen sementara Serie A.
Juventus kalah 0-2 dari Fiorentina dan terlempar dari empat besar klasemen Liga Italia 2025/26. Peluang ke Liga Champions makin berat.
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.