Arah Dukungan pada Pilkada Sleman, Ini Penjelasan Golkar

Ilustrasi. - Freepik
29 Agustus 2020 15:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Hingga kini, sejumlah partai termasuk Golkar belum menentukan dukungan bagi calon bupati yang akan diusung di Pilkada Sleman. Penentuan dukungan Golkar akan disampaikan setelah Musyawarah Daerah (Musda) ke X pada Senin (31/8/2020).

Ketua DPD Golkar Sleman Janu Ismadi mengatakan selain memilih ketua baru, Musda tersebut digelar untuk memantapkan konsolidasi politik jelang pendaftaran calon bupati dan wakil bupati September mendatang. Menurut Janu kepengurusan Golkar pada dasarnya berakhir pada Desember 2019 lalu.

Baca juga: Jelang Pilkada, Lelang Jabatan di Gunungkidul Resmi Dihentikan

Dikarenakan sejumlah pertimbangan, maka DPP dan DPD DIY melayangkan surat perpanjangan kepengurusan sehingga Musda Sleman baru digelar pada akhir Agustus ini. "Ini untuk memilih ketua dan kepengurusan serta pelaksanaan program untuk lima tahun ke depan atau periode 2020-2025," kata Janu kepada wartawan, Jumat (28/9/2020).

Dijelaskan Janu, terdapat sejumlah persyaratan untuk bisa mendaftar sebagai calon ketua. Pendaftaran dilakukan dua hari pada Sabtu (29/8/2020) dan Minggu (30/8/2020). Misalnya sudah mengabdi minimal lima tahun berturut-turut, ijazah S1 dan didukung minimal 30% pemegang hak suara. "Kalau ada 23 suara maka minimal mendapat dukungan delapan suara dari 17 kecamatan dan sayap partai," katanya.

Baca juga: Jelang Pendaftaran Paslon Pilkada, KPU Gunungkidul Buka Help Desk

Menurut Janu, aksi mundurnya pengurus Golkar di 11 kecamatan beberapa waktu lalu tidak akan berpengaruh pada pelaksanaan Musda. Pasalnya, DPD Golkar sudah mengisi kepengurusan dengan menunjuk Plt di 11 kecamatan tersebut. "Soal suara aklamasi kami tetap membuka proses pendaftaran calon ketua dengan minimal mendapatkan 30% dukungan suara," katanya.

Sekretaris DPD Golkar Sleman Ali Syahban mengatakan Musda digelar salah satunya untuk melakukan konsolidasi menyeluruh pada dua agenda besar yang akan dilakukan. Yakni, sisi kemenangan dan sukses Pilkada 2020 dan Pileg 2024. "Ini momentum yang harus disiapkan," katanya.

Hingga kini, lanjut Syahban, Golkar belum menentukan pilihan untuk mendukung calon mana saja pada Pilkada mendatang. Meskipun begitu, DPD Golkar sudah menyerahkan nama-nama calon yang dinilai potensial untuk diusung pada Pilkada Sleman. "Sudah ada enam nama yang kami kirim ke DPD DIY, kami masih menunggu keputusan DPD dan DPP," katanya.

Syahban enggan menjawab apakah Golkar tetap mendukung Danang Wicaksana atau balik memilih Sri Muslimatun. Dia hanya menjawab diplomatis jika Golkar masih menunggu keputusan dari DPD DIY dan DPP Golkar. "Kami masih menunggu hasil dari propinsi, nanti akan dipaparkan," katanya.