Tak Hanya 'Tilik', Kata Ini Juga Punya Arti Beda Menurut Orang Jogja dan Jawa Timur

Bu Tejo dan Yu Ning berdebat soal arti tilik. - Twitter @jawafess.
31 Agustus 2020 12:07 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Film pendek dari Jogja berjudul Tilik, belakangan viral. Film yang diperankan oleh Bu Tejo sebagai aktor utama itu menyampaikan kehidupan perempuan Jogja di daerah pedesaaan. 

Kata 'tilik' sendiri dalam Bahasa Jawa khususnya Jogja dan Jawa Tengah, mempunyai arti tengok atau menjenguk. Sehingga film garapan Ravacana Films tersebut mengangkat judul Tilik karena ingin menceritakan kisah perjalanan para ibu-ibu yang akan menjenguk bu lurah yang sedang sakit di rumah sakit. 

Kata 'tilik' ternyata tidak hanya dipakai masyarakat Jogja, tetapi juga masyarakat di Jawa Timur. Meskipun tinggal dalam satu pulau, 'tilik' mempunyai arti berbeda bagi dua daerah tersebut. Jika di Jogja dan Jawa tengah artinya menjenguk, di Jawa Timur artinya mencicipi. 

Perbedaan arti kata tersebut diunggah oleh akun Twitter @jawafess. Dalam foto yang diunggah, terdapat dua pemeran film Tilik yaitu Bu Tejo dan Yu Ning yang sedang memperdebatkan arti 'tilik', dari versi Jogja dan Jawa Timur.

Namun 'tilik' juga tidak hanya dipakai dalam Bahasa Jawa, kata ini juga lekat dalam obrolan Bahasa Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), 'tilik' berarti penglihatan yang teliti. Sementara menilik artinya melihat dengan sungguh-sungguh, atau mengamat-amati.

Tidak hanya kata 'tilik' yang memiliki banyak arti. Kata 'mari' pun bisa banyak makna jika diucapkan oleh masyarakat sesama pulau Jawa. Orang Jogja dan Jawa Tengah, memahami kata 'mari' sebagai sembuh. Mari seko loro, artinya sembuh dari sakit. 

Namun orang Jawa Timur mengartikannya dengan selesai. Mari le sinau artinya selesai belajar. 

"jatim : mari iku rampung jateng : mari iku sembuh wkwk," tulis @jawafess.

Beragamnya arti 'tilik' kendati sesama Jawa, menjadi bahasan unik pengguna Twitter. Mereka justru menjadikan perbedaan 'tilik' versi Jogja dan Jawa tengah sebagai candaan. 

"Niliki konco Jawa tengah: Menjenguk teman Jawa timur: Mencicipi teman," tulis @bubbyygurll membalas postingan @jawafess.

"Walaupun berbeda kita tetap wong jowo jadi ojo gotok gontok an," tulis @RakyatEnamDua. 

"Hallah jawa timur karo jawa tengah kudu bersatu, pokoe jawane kene raisoh bersatu karo sunda, wis jelas jelas gedang ki pisang kok malah wong sundo ngomonge gedang ki pepaya.," timpal @masihbisanapas. 

Sumber : Twitter, KBBI