Sewindu Keistimewaan DIY : Serapan Danais Urusan Pertanahan di Bantul Baru Terealisasi 10 Persen

Keistimewaan DIY. - Harian Jogja
31 Agustus 2020 10:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Serapan Dana Keistimewaan (Danais) di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR)  Bantul baru mencapai sekitar 10% dari total Rp9 miliar hingga Agustus 2020 ini.  Alasannya proses pengerjaan yang didanai anggaran danais tahun ini terkendala pandemi Covid-19.

Kepala DPTR  Bantul Suprianto mengatakan alokasi danais untuk intansi yang dia pimpin tahun ini sebesar Rp9 miliar.  Dana tersebut untuk urusan pertanahan Rp6, 9 miliar.  Sementara sisanya untuk urusan Tata Ruang. Dari jumlah tersebut diakui Suprianto  yang sudah digunakan baru untuk urusan pertanahan seperti pematokan lahan Sultan Ground (SG) dan Tanah Kas Desa (TKD).

BACA JUGA : Sewindu UU Keistimewaan, Ini Hasilnya untuk DIY

"Totalnya yang terealisaai baru kisaran 10 persen untuk pertanahan," kata Suprianto, Sabtu (29/8/2020).

Sementara untuk Tata Ruang,  kata Dia,  masih dalam proses lelang untuk pekerjaan pembuatan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) di empat lokasi, "Salah satunya di Desa Segoroyoso," ujarnya.

Selain baru terserap 10%, Suprianto mengaku anggaran danais juga terpangkas sekitar Rp1,5 miliar untuk penanganan Covid-19.

BACA JUGA : SEWINDU KEISTIMEWAAN: Ratusan Miliar Danais di 

Serapan danais di Dinas Kebudayaan juga masih minim jika ditotal dari totak anggaran Rp18 miliar.  Dinas tersebut baru menggunakan dana  sekitar Rp1,8 miliar.  Namun menurut Kepala Dinas Kebudayaan Nugroho Eko Setyanto, danais tidak sekaligus cair melainkan bertahap.  Tahap pertama cair Rp1, 8 miliar dan hampir sudah semua digunakan untuk kegiatan seni dan budaya yang mencapai 98%.