Hasil Coklit, Ada 705.651 Pemilih di Bantul

Komisi Pemilihan Umum - JIBI
31 Agustus 2020 12:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogjacom, BANTUL--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul memastikan ada sebanyak 705.651 data pemilih hasil pemutakhiran dari proses pencocokan dan penelitian (coklit) oleh 2.081 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Rabu (15/7) hingga Kamis (13/8) lalu.

Jumlah tersebut dipastikan menurun jika dibandingkan jumlah pemilih sebelum dilakukan coklit. Di mana, sebelum adanya coklit ada sebanyak 724.767 pemilih tercatat di KPU setempat.

“Hasil pemutakhiran ada 705.651 data pemilih. Terdiri dari 346.124 pemilih pria dan 359.527 pemilih perempuan,” kata Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Bantul Musnif Istiqomah, Senin (31/8/2020).

BACA JUGA : Ini Penyebab DPS Belum Bisa Ditetapkan Meski Coklit

Meski belum ditetapkan dan diplenokan menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS) tetapi jumlah itu lanjut Musnif dipastikan tidak akan berubah.

Adapun proses pleno dan penetapan di tingkat kabupaten, baru akan dilakukan olen KPU Bantul maksimal 14 September mendatang. Sebab, KPU Bantul masih harus menunggu hasil pleno data tersebut di 75 desa dan kecamatan.

“Setelah nantinya ditetapkan sebagai DPS, baru akan keluar by name dan by address yang kemudian akan diumumkan. Tujuannya agar bisa diakses dan dicermati oleh masyarakat. Jika ada perubahan bisa langsung dilakukan,” lanjut dia.

BACA JUGA : Bawaslu Temukan Coklit Data Pilkada di Bantul Asal-asalan

Menurut dia, selain adanya perubahan jumlah data pemilih hasil pemutakhiran, jawatannya juga memastikan ada penambahan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) . Dari 2.081 TPS, setelah dilakukan coklit, akan ada penambahan menjadi 2083 TPS. Hal ini disesuaikan dengan cakupan dan kapasitas dari TPS dan jumlah pemilih.

“Adapun yang pasti minta penambahan jumlah TPS, salah satunya adalah di Baturetno, Kecamatan Banguntapan. Karena faktor geografis maka perlu penambahan TPS,” paparnya.

Disisi lain, Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho menyatakan saat ini pihaknya terus mempersiapkan diri menjelang pelaksanaan tahapan pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Bantul.

BACA JUGA : Ditemukan Coklit Asal-Asalan di Gunungkidul, Bawaslu Buka

Selain membuka layanan helpdesk pencalonan, sejak Sabtu (29/8/2020), pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah persiapan, di antaranya adalah menyiapkan tahapan pendaftaran 4-5 September. Di mana, bapaslon juga akan diperiksa kesehatannya.

“Nantinya, tim pemeriksa kesehatan ini akan ditetapkan oleh rumah sakit setelah berkoordinasi dengan IDI, Himpunan Psikologi Indonesia, serta Badan Narkotika Nasional (BNN),” ucap Didik.