Penanganan 5 Lokasi Blankspot & 10 Titik Wifi Gagal Terealisasi di 2020

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
01 September 2020 16:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Rencana Pemkab Bantul memenuhi target pemasangan 10 titik fasilitas wifi gratis terkendala. Sebab, adanya refocusing anggaran karena pandemi Covid-19, membuat rencana tambahan 10 titik fasilitas wifi gratis yang telah direncanakan gagal terlaksana. Selain itu, sampai saat ini kendala blank spot di beberapa wilayah di Bantul juga belum teratasi.

“Oleh karena itu, kami rencanakan tetap akan ajukan lagi pada APBD Perubahan 2020. Anggaran yang kami ajukan sekitar Rp150 juta. Tapi, kemungkinan bukan 10 titik, hanya mencakup sekitar enam sampai delapan titik saja,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bantul, Fenty Yusdayati, Selasa (1/9/2020).

BACA JUGA : Wifi Gratis Akan Menjangkau Titik Blankspot di Gunungkidul 

Menurut dia, berbeda dengan 96 titik wifi gratis yang telah dipasang oleh Pemkab Bantul pada tahun lalu di ruang publik, maka penambahan delapan titik wifi ini akan difokuskan kepada lokasi kelompok informasi masyarakat (KIM) yang kini sudah tersebar di beberapa desa bahkan dusun. Dia berharap KIM yang sudah ada di masyarakat dapat berkembang dengan adanya jaringan internet yang cepat.

“KIM ada  sekitar 20 tempat. Tetapi, yang aktif baru 10. Nanti kami ambil mana yang siap. Karena kami hitung, kemungkinan semua bisa terpasang dalam lima tahun.  Harapannya KIM itu berkembang di semua desa. Ke depan diharapkan bisa jadi start up [bisnis rintisan] kecil-kecilan, bisa jual produk,” lanjut Fenty.

Sementara kendala lain yang sampai saat ini masih dihadapi oleh Diskominfo Bantul adalah blankspot di beberapa wilayah di Bantul. Setidaknya ada lima lokasi blankspot dan sampai kini belum bisa terpecahkan. Kelima lokasi tersebut adalah Pajangan, Sedayu, Pantai Selatan Bantul, Imogiri dan Dlingo.

“Untuk itu, kami sedang usahakan memasukkan dalam raperda terkait upaya mengatasi masalah ini dalam aturan penempatan tower yang disesuaikan tata ruang,” ungkap Fenty.

BACA JUGA : Atasi Blank Spot, Penambahan Kuota Prestasi di Kota Jogja

Lebih lanjut Fenty memaparkan, jawatannya juga tengah melakukan penjajakan dan komunikasi dengan beberapa provider terkait upaya mengatasi titik blank spot serta lemot sinyal di wilayah Bantul. Namun, dari lima provider yang ada, hanya ada dua yang telah berkomunikasi.

“Padahal, ke depan, kami upayakan memfasilitasi kebutuhan yang ada. Sejauh ini banyak desa sudah menggunakan internet wireless, apakah nantinya akan diganti dengan Fiber optik (FO). Semua sudah kami hitung, hanya saja kami masih menunggu Pemkab nantinya maunya bagaimana,” ucap Fenty.