TK Negeri Gedangsari Belum Dilelang, Ini Kendala Terbarunya
TK Negeri Gedangsari senilai Rp1,1 miliar belum dilelang. Dokumen masih direview dan harga material perlu disesuaikan.
Ilustrasi internet/Bisnis.com
Harianjogja.com, WONOSARI – Pemkab Gunungkidul terus memperluas akses jaringan gratis kepada masyarakat. Tahun lalu program difokuskan terhadap layanan di seluruh desa, namun sekarang ini semakin diperluas hingga menyasar ke 1.000 titik yang terpasang fasilitas sambungan internet nir kabel.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, akses internet di era modern ini menjadi satu kewajiban yang dimiliki masyarakat. Oleh karenanya, pemkab berkomitmen membangun 1.000 titik jaringan wifi gratis untuk masyarakat.
“Lokasinya tidak hanya di desa atau kantor pelayanan, tapi juga menjangkau ke area wisata yang tidak ada sinyal telekomunikasi [blankspot],” kata Kelik kepada wartawan, Kamis (13/8/2020).
BACA JUGA : Kini Ada 211 Lokasi Wifi Publik Gratis di Kota Jogja
Menurut dia, program ini masih dalam proses dan diharapkan seluruhnya bisa terlaksana tepat waktu. Kelik menuturkan, layanan akses 1.000 titik internet ini bisa mejadi aset yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan, layanan ini juga sebagai sarana dalam mendukung pembelajaran jarak jauh selama pandemi corona.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan mudah-mudahan apa yang dilakukan bisa memberikan dampak positif,” ungkapnya.
Kelik mengatakan, hingga saat ini masih ada wilayah di Gunungkidul yang kesulitan mengakses jaringan telekomunikasi. Untuk mengatasi permasalahan ini bisa dilakukan dengan tiga skema. Permata pemanfaatan dana desa untuk memperkuat sarana internet yang dimiliki pemkab. Adapun cara kedua dengan menggandeng investor untuk mendirikan menara telekomunikasi.
“Untuk yang ketiga dilakukan dengan memanfaatkan program dari Pemerintah Pusat yang bertajuk bakti Kominfo RI dengan membangun tower BTS kecil di wilayah susah sinyal,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Layanan Informatika, Diskominfo Gunungkidul, Setyo Hartanto. Menurut dia, pihaknya terus berusaha mewujudkan 1.000 titik wifi gratis di masyarakat.
Dana Desa
“Yang sudah ada sekitar 810 titik. Kami optimistis target bisa tercapai karena saat ini ada 55 desa yang dalam proses lelang, serta 210 titik di sekolah dalam penyusunan untuk program di APBD Perubahan,” katanya.
Meski sudah ada ratusan titik yang terpasang fasilitas wifi gratis, Setyo tidak menampik kalau masih ada kendala. Salah satunya menyangkut kecepatan akses internet yang masih belum stabil. “Masih agak lama jadi, kami juga berusaha meningkatkan kecepatan agar akses semakin cepat,” ungkapnya.
BACA JUGA : Perbanyak Wifi Gratis di Jogja, Pemerintah Libatkan Swasta
Wakil Bupati Immawan Wahyudi mengatakan, program layanan internet sudah dirintis sejak 2016 lalu. Diharapkan dengan fasilitas ini, maka dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. “Misalnya sekarang bisa digunakan untuk pembelajaran jarak jauh. Program ini juga sejalan dengan plan smart city yang dimiliki oleh pemkab,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TK Negeri Gedangsari senilai Rp1,1 miliar belum dilelang. Dokumen masih direview dan harga material perlu disesuaikan.
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.
KPK memeriksa mantan Kadinsos Jatim Alwi dan 26 saksi dalam pengembangan kasus dugaan korupsi bansos beras PKH periode 2020-2021.
Tiga gunung api, yakni Ibu, Ili Lewotolok, dan Semeru, erupsi pada Senin 7 September 2026 berdasarkan data Badan Geologi PVMBG.
BNPB menyiapkan OMC untuk mendatangkan hujan dan meluruhkan abu vulkanik Anak Krakatau yang mengganggu masyarakat serta penerbangan.
Akses Tol Jogja-Solo di sekitar Pasar Kalasan akan dilengkapi dua U-turn. Dishub DIY menegaskan fasilitas itu bukan bundaran.