Komunitas Lingkar Kajian Keris Luncurkan Besalen
Komunitas Lingkar Kajian Keris Jogja meluncurkan Majalah Besalen, Budaya-Keris Nusantara, Kamis (30/12/2021).
Festival ketoprak yang digelar Dinas Kebudayaan Sleman, beberapa waktu lalu./Istimewa-Dokumen Disbud Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Memasuki era adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman dari Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), diperlukan penataan penyelenggaraan berbagai kegiatan dengan prioritas kesehatan masyarakat.
Hal ini penting karena tempat dan fasilitas umum yang menjadi lokasi aktivitas berpotensi menjadi titik penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, diperlukan penerapan protokol kesehatan dalam berbagai kegiatan.
Protokol kesehatan bagi masyarakat yang tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. Hk.01.07/Menkes/382/2020 merupakan acuan bagi seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat dalam penetapan kebijakan, pembinaan dan pengawasan aktivitas usaha dan kegiatan dalam rangka mencegah terjadinya kluster baru selama masa pandemi Covid-19.
Agenda seni budaya yang berkaitan erat dengan aktivitas mengumpulkan massa dalam waktu dan tempat yang sama serta pergerakan dan pergantian personel merupakan faktor risiko dalam penerapan jaga jarak yang harus dikendalikan dalam pencegahan penularan Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan.
Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantara, menyatakan di kabupaten Sleman kegiatan yang terkait dengan pengumpulan massa telah disesuaikan dengan kebijakan adaptasi kebiasaan baru seperti sarasehan, pentas seni, lomba, festival, promosi, pameran dan lainnya. Dengan memperhatikan kondisi tersebut, Dinas Kebudayaan Sleman mengoptimalkan metode daring sebagai upaya mencegah munculnya episenter/kluster baru selama masa pandemi Covid-19, serta mempermudah akses informasi masyarakat dalam rangka meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan daerah.
“Beberapa festival yang kami gelar dalam waktu dekat yakni Festival Ketoprak tingkat Kabupaten Sleman dalam rangka Kegiatan Gelar Budaya Jogja yang digelar mulai 5 sampai dengan 13 September 2020 dan diikuti oleh perwakilan dari 17 Kecamatan,” kata Aji, Rabu (2/9/2020).
Menurut Aji, kegiatan ini bertujuan menggali potensi sumber daya manusia di bidang seni, memberikan wadah berekspresi secara tepat guna dan berhasil guna demi kemajuan seni di wilayah Sleman, sekaligus mendukung percepatan program kecamatan sebagai pusat pengembangan seni dan budaya.
“Masyarakat dapat menyaksikan festival melalui Youtube di channel Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman. Dengan pelaksanaan kegiatan Festival Ketoprak secara daring diharapkan akan tetap memberikan ruang bagi apresiasi masyarakat terhadap seni pertunjukan ketoprak meskipun di masa pandemi Covid-19,” kata Aji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komunitas Lingkar Kajian Keris Jogja meluncurkan Majalah Besalen, Budaya-Keris Nusantara, Kamis (30/12/2021).
Penembakan di Islamic Center San Diego tewaskan 5 orang. Diduga hate crime, FBI turun tangan, WNI dipastikan aman.
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Mentan Amran bongkar skandal Kementan: mafia proyek, ASN dipecat, hingga dugaan benih Rp3,3 miliar. Pelaku terancam hukuman berat.
Industri perhotelan di Indonesia terus bergerak dinamis. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan bisnis dan wisata, The Ascott Limited.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.