Sultan Pastikan Tanah untuk Tol Jogja-Solo Dilepas Tahun Ini

Petugas sedang membuat peta pengukuran area terdampak pembangunan jalan tol di Kadirejo II Purwomartani, Selasa (18/8 - 2020)./Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
04 September 2020 18:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Proses pelepasan tanah untuk pembangunan tol trase Jogja-Solo akan dimulai sebelum pergantian tahun. Pemerintah Daerah DIY berharap dengan realisasi pembayaran tanah tersebut dapat turut memperkecil kontraksi pertumbuhan ekonomi DIY.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, menuturkan Pemda DIY telah sepakat dengan Badan Pertanahan Nasional dan Satker Tol Jogja-Solo untuk memulai pembayaran pelepasan tanah tahun ini. “harapannya sebelum November atau Desamber sudah bisa direalisasi,” ujarnya, Jumat (4/9/2020).

Proses pelepasan tanah ini kata dia, ditargetkan selesai pada Juni 2021. Dengan adanya pembayaran tersebut, diharapkan masyarakat terdampak dapat segera membelanjakan uang yang diterima untuk mengganti tanahnya, sehingga berimplikasi merangsang pertumbuhan ekonomi.

“Sehingga ada realisasi tahun ini, supaya nanti implikasinya pada minus pertumbuhan ekonomi DIY dapat mengecil. Kemaren kami sudah ada kesepakatan dari Jakarta bisa realisasi biaspun selesainya Juni tahun depan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Suprayitno, mengatakan saat ini tim pembebasan tanah baru dalam proses menyelesaikan patok row sesuai izin penetapan lahan (IPL), yang kemudian dilanjutkan minggu depan pemasangan patok kanan-kiri.

Tim pengadaan tanah juga akan membentuk tim terpadu satgas A dan Satga B. dengan tim terpadu ini diharapkan agar di tahun 2020 ini sudah ada dua desa yang dibayarkan. “Desa mananya, tergantung kesiapan desa. Tapi yang pasti seksi pertama, yaitu wilayah Purwomartani, Tamanmartani, Mbokoharjo dan Selomartani,” kata dia.

Dalam proses pengadaan tanah, dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat untuk menyampaikan data lengkap. Ia mencontohkan tanah tersebut digunakan untuk tempat tinggal yang memiliki nilai ekonomis. “Ganti untung seberapa besar prosentasenya tergantung warga terdampak memberikan data lengkap pada petugas,” katanya.

BACA JUGA: Sumber Penularan Mahasiswa UPNVY yang Positif Covid-19 Masih Misterius

Adapun tol trase Jogja-Bawen saat ini sedang memasuki proses konsultasi publik selama September, setelah sebelumnya proses sosialisasti selesai. Dari konsultasi public ini, pihaknya bisa membaca bagaimana kesiapan pemilik tanah terdampak.

Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi DIY triwulan II 2020 mengalami kontraksi cukup dalam akibat pandemi covid-19, yakni -6,74%. Kontraksi ini lebih besar dibanding kontraksi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar -5,32%.

Proyek pembangunan besar diklaim mampu memicu pertumbuhan ekonomi. Sebagai contoh pada peroses pembebasan tanah Yogyakarta International Airport pada awal 2018 lalu, yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi DIY.