KPU Sleman Ingatkan Risiko Pendaftaran Bapaslon di Hari Terakhir

Ilustrasi. - Freepik
04 September 2020 05:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman siap menyambut pendaftaran para calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) pada Pilkada Sleman. Proses pendaftaran sendiri digelar selama tiga hari, mulai Jumat (4/9/2020) hingga Minggu (6/9/2020).

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan pada hari pertama dijadwalkan dua paslon yang akan mendaftar. Masing-masing paslon Sri Muslimatun-Amin Purnama pada pukul 09.00 dan Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa pada pukul 13.00 WIB.

Baca juga: Bawaslu DIY Bidik Buzzer yang Bikin Ramai Pilkada

"Kami sudah siapkan tempat pendaftaran. Untuk pengamanan kami juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab, TNI/Polri serta dari masing-masing parpol," katanya, Kamis (3/9/2020).

KPU, katanya, sepenuhnya menyerahkan protap pengamanan baik dari TNI/Polri. Dia mengatakan, yang bisa masuk ruangan penerimaan berkas pencalonan hanya pasangan calon, ketua dan sekretaris partai, pengamanan dan media. "Suami, istri, anggota dewan dan kader lainnya tidak diperbolehkan masuk. Kami batasi dengan hanya yang memiliki identitas khusus yang boleh masuk," katanya.

Pembatasan jumlah pendamping paslon yang dibolehkan masuk ke ruangan, selain untuk menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 juga agar kondisi ruangan juga tidak terlalu penuh. "Soalnya ruangan yang kami miliki sangat sempit. Jadi kami berharap pembatasan jumlah orang yang boleh masuk bisa dipahami semua pihak," harapnya.

Baca juga: Mendagri Minta Paslon Tak Bawa Massa Saat Mendaftar Pilkada 2020

Sementara itu, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sleman, Noor Aan Muhlishoh mengingatkan agar masing-masing paslon melengkapi seluruh persyaratan dengan lengkap dan sah sebelum menyerahkan berkas pendaftaran ke KPU. "Jika ada berkas yang tidak lengkap, maka kami akan mengembalikan berkas tersebut untuk dilengkapi selama masa pendaftaran," katanya.

Jika paslon mendaftar pada hari terakhir tetapi berkas yang diserahkan juga belum lengkap dan belum sah, maka berkas tersebut menjadi milik KPU tetapi tidak kami terima. Artinya, pasangan calon tersebut tidak bisa mencalonkan diri sebagai cabup dan cawabup. "Kami sudah sampaikan masalah ini kepada seluruh partai pengusung. Kami memastikan parpol sudah memahami aturan ini," katanya.

Beberapa paslon katanya sudah berkonsultasi dengan KPU terkait persyaratan dan penyerahan dokumen pendaftaran. Sebelum menerima pendaftaran calon, KPU juga sudah menggelar simulasi agar proses pendaftaran berjalan baik. "Kami juga memfasilitasi live streaming pendaftaran calon yang bisa diakses di internet oleh para pendukung," katanya.

Bakal Cawabup Sleman dari NasDem, Golkar dan PKS, Amin Purnama mengatakan ia bersama Sri Muslimatun akan mendaftar ke KPU pada hari pertama, Jumat ini. Rombongan akan berjalan kaki dari kantor partai pengusung terdekat ke KPU Sleman. "Itu rencananya, yang jelas kami akan menyerahkan berkas pendaftaran pada hari pertama," katanya.

Hal senada disampaikan kandidat Cawabup dari PDIP-PAN Danang Maharsa. Pendaftaran ke KPU rencananya akan dilaksanakan pada pukul 13.00 dan digelar secara sederhana. "Yang mengiringi tidak telalu banyak dan tetap menerapkan protokol kesehatan," katanya.