18 Gerai KDMP Gunungkidul Lolos Verifikasi, 12 Lainnya Ditarget Rampung November
Sebanyak 18 dari 30 gerai KDMP di Gunungkidul telah selesai diverifikasi. Seluruh gerai belum beroperasi dan 12 lainnya ditargetkan diperiksa awal November.
Martono salah seorang petani di Dusun Pengkol, Jatiayu, Karangmojo sedang memanen ubi kayu di lahan yang dimiliki, Rabu (5/8/2020). /Harian Jogja-David Kurniawan\n
Harianjogja.com, WONOSARI--Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mengimbau kepada petani untuk mulai mempersiapkan lahan untuk penanaman di musim tanam pertama. Hal ini tak lepas adanya prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika DIY.
Adapun hasil prakiraan, mulai September ini sudah mulai turun hujan. Meski demikian, intensitasnya masih sedikit di kisaran 50-100 milimeter (mm). Jumlah ini akan mengalami peningkatan di Oktober dengan intensitas hujan mencapai 100-150 mm.
BACA JUGA : Musim Tanam Kedua, Petani Jangan Fokus Tanam Padi
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, berdasarkan keterangan dari BMKG di wilayah Gunungkidul akan memasuki musim hujan mulai akhir Oktober. Perkiraan ini patut disambut dengan baik karena bisa menjadi berkah bagi para petani.
“Tinggal 1,5 bulan lagi sudah masuk musim hujan. Jadi, petani mulai bisa melakukan persiapan untuk penanaman,” kata Bambang kepada wartawan, Jumat (4/9/2020).
Menurut dia, persiapan dengan mengolah lahan sebelum masa tanam dimulai. Meski demikian, lanjut Bambang, hasil pemantauan di lapangan masih ada petani yang belum memanen ubi kayu yang ditanam. Diharapkan proses panen bisa dipercepat sehingga lahan bisa dipersiapkan untuk proses masa tanam pertama.
BACA JUGA : Sleman Imbau Petani Segera Tanam Padi
“Kemungkinan ubi-ubi belum dipanen karena stok cadangan pangan masih mencukupi, tapi untuk persiapan masa tanam baru harus segera dipanen dan diolah sehingga masa tanam bisa sesuai dengan perkiaraan,” ungkapnya.
Bambang menuturkan, pihaknya sudah membuat surat edaran berkaitan dengan percepatan penyiapan lahan untuk penanaman kepada kelompok tani maupun gabungan kelompok tani. Untuk memaksimalkan produktivitas hasil pertanian, dinas pertanian dan pangan juga memberikan bantuan benih berupa jagung hibrida seluas 2.000 hektare, padi inbrida 4.000 ha dan padi gogo seluas 5.000 ha.
“Bantuan benih sudah kami distribusikan ke petani,” imbuh dia.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, untuk memaksimalkan hasil pertanian, juga dilakukan pendampingan dengan melaksanakan sekolah iklim kepada kelompok tani. Kegiatan ini terselenggara berkerjasama dengan BMKG DIY. Harapannya dengan sekolah iklim, maka petani bisa mengentahui kondisi alam sehingga bisa melakukan peneyusaian agar hasil panen tetap bisa dioptimalkan.
“Pendampingan akan terus dilakukan karena penting apalagi iklim saat ini sudah sulit diprediksi sehingga harus ada panduan agar tidak berdampak buruk di sektor pertanian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 18 dari 30 gerai KDMP di Gunungkidul telah selesai diverifikasi. Seluruh gerai belum beroperasi dan 12 lainnya ditargetkan diperiksa awal November.
Suka menulis dan sedang memilih jurusan kuliah? Simak tujuh pilihan jurusan, mata kuliah yang dipelajari, serta prospek kerja lulusannya
Alex Marquez merebut pole position MotoGP Malaysia 2026 di Sepang dengan waktu 1 menit 56,493 detik. Marc Marquez berada di posisi kedua.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan kualifikasi Moto3 Malaysia 2026 di Sepang. Maximo Quiles merebut pole position, Hakim Danish ketiga.
Simak jadwal bola Sabtu, 31 Oktober 2026, mulai dari Chelsea vs Manchester United, Manchester City vs Brighton, hingga pertandingan Bundesliga.
PSIM Jogja resmi menunjuk Risto Vidakovic sebagai pelatih kepala baru. Ia akan didampingi Edin Prljaca untuk membenahi performa tim.