Delapan ASN Gunungkidul Kena Sanksi, DPRD Dukung Hukuman Tegas
Delapan ASN Gunungkidul dijatuhi sanksi hingga akhir Agustus 2026. Komisi A DPRD mendukung hukuman tegas sesuai tingkat pelanggaran.
Martono salah seorang petani di Dusun Pengkol, Jatiayu, Karangmojo sedang memanen ubi kayu di lahan yang dimiliki, Rabu (5/8/2020). /Harian Jogja-David Kurniawan\n
Harianjogja.com, WONOSARI--Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mengimbau kepada petani untuk mulai mempersiapkan lahan untuk penanaman di musim tanam pertama. Hal ini tak lepas adanya prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika DIY.
Adapun hasil prakiraan, mulai September ini sudah mulai turun hujan. Meski demikian, intensitasnya masih sedikit di kisaran 50-100 milimeter (mm). Jumlah ini akan mengalami peningkatan di Oktober dengan intensitas hujan mencapai 100-150 mm.
BACA JUGA : Musim Tanam Kedua, Petani Jangan Fokus Tanam Padi
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, berdasarkan keterangan dari BMKG di wilayah Gunungkidul akan memasuki musim hujan mulai akhir Oktober. Perkiraan ini patut disambut dengan baik karena bisa menjadi berkah bagi para petani.
“Tinggal 1,5 bulan lagi sudah masuk musim hujan. Jadi, petani mulai bisa melakukan persiapan untuk penanaman,” kata Bambang kepada wartawan, Jumat (4/9/2020).
Menurut dia, persiapan dengan mengolah lahan sebelum masa tanam dimulai. Meski demikian, lanjut Bambang, hasil pemantauan di lapangan masih ada petani yang belum memanen ubi kayu yang ditanam. Diharapkan proses panen bisa dipercepat sehingga lahan bisa dipersiapkan untuk proses masa tanam pertama.
BACA JUGA : Sleman Imbau Petani Segera Tanam Padi
“Kemungkinan ubi-ubi belum dipanen karena stok cadangan pangan masih mencukupi, tapi untuk persiapan masa tanam baru harus segera dipanen dan diolah sehingga masa tanam bisa sesuai dengan perkiaraan,” ungkapnya.
Bambang menuturkan, pihaknya sudah membuat surat edaran berkaitan dengan percepatan penyiapan lahan untuk penanaman kepada kelompok tani maupun gabungan kelompok tani. Untuk memaksimalkan produktivitas hasil pertanian, dinas pertanian dan pangan juga memberikan bantuan benih berupa jagung hibrida seluas 2.000 hektare, padi inbrida 4.000 ha dan padi gogo seluas 5.000 ha.
“Bantuan benih sudah kami distribusikan ke petani,” imbuh dia.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, untuk memaksimalkan hasil pertanian, juga dilakukan pendampingan dengan melaksanakan sekolah iklim kepada kelompok tani. Kegiatan ini terselenggara berkerjasama dengan BMKG DIY. Harapannya dengan sekolah iklim, maka petani bisa mengentahui kondisi alam sehingga bisa melakukan peneyusaian agar hasil panen tetap bisa dioptimalkan.
“Pendampingan akan terus dilakukan karena penting apalagi iklim saat ini sudah sulit diprediksi sehingga harus ada panduan agar tidak berdampak buruk di sektor pertanian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan ASN Gunungkidul dijatuhi sanksi hingga akhir Agustus 2026. Komisi A DPRD mendukung hukuman tegas sesuai tingkat pelanggaran.
Demo mahasiswa UGM digelar sore ini. Simpang Gramedia direkayasa situasional, berikut titik pengalihan dan rute alternatif bagi pengendara.
Jonatan Christie menang dua gim langsung atas Leong Jun Hao pada babak 32 besar China Masters 2026 dengan skor 21-17, 21-19.
Berikut 9 fenomena langit September 2026 yang menarik diamati dari Indonesia, mulai pertemuan Bulan dan Mars hingga Harvest Moon.
AI for All Korea Selatan, AI gratis untuk warga, pemerintah Korea Selatan, 512 Nvidia B200, AI Korea Selatan
Asita DIY mendukung full pedestrian Malioboro, tetapi meminta akses wisatawan, parkir, fasilitas difabel, keamanan, dan amenitas dipastikan