Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Ilustrasi petani menanam padi /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk tidak fokus menanam padi di musim tanam kedua. Pasalnya, curah hujan diprediksi berkurang sehingga bisa berpengaruh terhadap perkembangan tanaman.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan curah hujan di masa tanam kedua bakal jauh berkurang. Oleh karena itu, ia meminta kepada petani untuk tidak fokus penanaman padi. Lahan yang dimiliki bisa dimanfaatkan untuk tanaman palawija dan kacang hijau.
“Kalau jaringan irigasi masih mencukupi menanam padi tidak masalah, tetapi kalau ladang ada baiknya menanam komoditas lain,” katanya kepada wartawan, Jumat (10/4/2020).
Alasan untuk tidak menanam padi bukan tanpa alasan, karena saat ini memasuki masa pergantian musim dari penghujan ke kemarau. Kondisi ini sangat berpengaruh karena curah hujan yang turun tidak setinggi pada saat masa tanam pertama.
Kondisi itu harus benar-benar diperhatikan oleh para petani agar tidak merugi. “Semua butuh operasional. Jadi, komoditas tanaman pangan yang ditanah harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Kalau sudah tidak ada air, jangan paksakan tanam padi dan bisa diganti dengan tanaman lain sehingga tidak merugi,” katanya.
Salah seorang petani di Desa Bulurejo, Kecamatan Semin, Wartono, mengatakan seusai memanen padi di masa tanam pertama dia langsung mulai untuk penanaman padi di masa tanam kedua. Dia beralasan di sekitar lahan miliknya masih banyak air sehingga bisa digunakan untuk pemeliharaan. “Sudah mulai ditanam dan mudah-mudahan bisa tumbuh dengan baik,” katanya.
Ia berharap kejadian tahun lalu di mana kemarau datang lebih awal tidak terulang kembali sehingga petani tidak merugi. Pada 2019, padi yang ditaman mengalami puso karena kekurangan air. “Mudah-mudahan kejadian tahun lalu tidak terulang lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu hanya meraih skor 61% di Rotten Tomatoes, tetapi tetap dipuji penggemar Star Wars.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.