Musim Tanam Kedua, Petani Jangan Fokus Tanam Padi

Ilustrasi petani menanam padi - Harian Jogja/David Kurniawan
10 April 2020 19:50 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk tidak fokus menanam padi di musim tanam kedua. Pasalnya, curah hujan diprediksi berkurang sehingga bisa berpengaruh terhadap perkembangan tanaman.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan curah hujan di masa tanam kedua bakal jauh berkurang. Oleh karena itu, ia meminta kepada petani untuk tidak fokus penanaman padi. Lahan yang dimiliki bisa dimanfaatkan untuk tanaman palawija dan kacang hijau.

“Kalau jaringan irigasi masih mencukupi menanam padi tidak masalah, tetapi kalau ladang ada baiknya menanam komoditas lain,” katanya kepada wartawan, Jumat (10/4/2020).

Alasan untuk tidak menanam padi bukan tanpa alasan, karena saat ini memasuki masa pergantian musim dari penghujan ke kemarau. Kondisi ini sangat berpengaruh karena curah hujan yang turun tidak setinggi pada saat masa tanam pertama.

Kondisi itu harus benar-benar diperhatikan oleh para petani agar tidak merugi. “Semua butuh operasional. Jadi, komoditas tanaman pangan yang ditanah harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Kalau sudah tidak ada air, jangan paksakan tanam padi dan bisa diganti dengan tanaman lain sehingga tidak merugi,” katanya.

Salah seorang petani di Desa Bulurejo, Kecamatan Semin, Wartono, mengatakan seusai memanen padi di masa tanam pertama dia langsung mulai untuk penanaman padi di masa tanam kedua. Dia beralasan di sekitar lahan miliknya masih banyak air sehingga bisa digunakan untuk pemeliharaan. “Sudah mulai ditanam dan mudah-mudahan bisa tumbuh dengan baik,” katanya.

Ia berharap kejadian tahun lalu di mana kemarau datang lebih awal tidak terulang kembali sehingga petani tidak merugi. Pada 2019, padi yang ditaman mengalami puso karena kekurangan air. “Mudah-mudahan kejadian tahun lalu tidak terulang lagi,” katanya.