Sah! Ini 3 Kontraktor Penggarap Tol Solo-Jogja-YIA

Ilustrasi. - Freepik
10 September 2020 03:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Pemegang proyek Jalan Tol Solo-Jogja-Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo akhirnya ditetapkan.

Proyek pelaksana pembangunan jalan tol ini dilakukan oleh setelah penandatanganan perjanjian yang dilakukan oleh konsorsium pada Rabu (9/9/2020) di Jakarta.

Konsorsium PT Daya Mulia Turangga-PT Gama Group bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), Perjanjian Penjaminan serta Perjanjian Regres Proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulon Progo di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR).

Penandatanganan dilakukan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit, Direktur Utama PT Penjaminan & Infrastruktur (PII) Muhammad Wahid Sutopo dan Direktur Utama BUJT Konsorsium PT Jogjasolo Marga Makmur Adrian Priohutomo.

Proses penandatanganan turut disaksikan oleh Menteri Koordinator Investasi dan Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Menteri PUPR mengapresiasi keterlibatan perusahaan swasta dalam proyek ini, yakni PT Daya Mulia Turangga-PT Gama Group selaku pemimpin konsorsium proyek Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo. "Alhamdulillah, konsorsiumnya lead dari swasta, sedangkan Tut Wuri Handayaninya juga ini ada Adhi Karya dan Jasa Marga. Jalan tol ini sudah sangat lama ditunggu masyarakat," katanya.

Bulan depan, lanjut Basuki, ditargetkan ada penandatanganan PPJT lagi untuk Jalan Tol Bawen-Jogja. "Jadi nanti Joglosemar (Kawasan Jogja, Solo, Semarang) sudah saling terkoneksi dan menjadi segitiga emas yang terus bergerak tumbuh, khususnya untuk kawasan wisata," lanjut Basuki.

Menteri Basuki berharap pengerjaan ruas tol baru ini dapat mendorong program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. "Dalam kondisi ini kita siapkan untuk lapangan kerja, dan ke depan untuk pemulihan ekonomi nasional," ujarnya.