Pilkada Bantul: Suharsono Diterpa Kampanye Hitam

Bupati Bantul Suharsono - Ist
14 September 2020 16:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Calon bupati dan wakil bupati Bantul pada Pilkada 2020 akan ditetapkan oleh KPU Bantul, 23 September mendatang. Namun, suhu politik di Bantul sudah mulai memanas. Bakal pasangan calon (bapaslon) Suharsono-Totok Sudarto (Noto) diterpa kampanye hitam.

Ketua Tim Pemenangan Noto Arif Iskandar mengatakan sudah ada dua pesan melalui aplikasi WhatsApp yang mengatasnamakan Suharsono. Pesan pertama dikirimkan pada 8 September lalu dan pesan kedua beredar pada Minggu (13/9/2020) malam.

“Keduanya memakai nomor dan gambar yang sama. Yakni gambar Pak Suharsono. Untuk yang semalam, nomor ini mengaku sebagai Pak Suharsono dan menghubungi salah satu pondok pesantren serta menjanjikan bantuan,” kata Arif, Senin (14/9/2020).

BACA JUGA: Jelang Cuti Bupati & Wakil Bupati Ikuti Pilkada, 5 Raperda di Bantul Harus Terselesaikan

Orang yang dihubungi kemudian berkomunikasi dengan Arif untuk klarifikasi . Tim Pemenangan Noto kemudian mengecek nomor tersebut dengan bantuan dari Bareskrim Mabes Polri. Nomor tersebut diregistrasi atas nama seorang perempuan berprofesi sebagai petani di Jawa Tengah.

“Saya sendiri juga telah melaporkan hal ini ke Kanit Intel Polres Bantul terkait dengan insiden ini. Kami menduga ada dua muatan yang mendasari tindakan pelaku, yakni murni kriminal, dan dugaan black campaign terhadap pasangan yang kami usung,” ujar Arif.

Dia meminta kepada semua warga di Bantul untuk tidak terpancing jika ada pesan atau telepon yang mengaku sebagai Bupati Suharsono.

BACA JUGA: Pria Ini Mampu Beli Sapi Berkat Layangan Bapangan

“Jika ada, hubungi kami saja. Jangan sampai tertipu dengan pelaku. Kami juga minta warga Bantul agar tidak terpancing dari tindakan pelaku yang sengaja mengacaukan situasi,” ucap Arif.

Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Bantul Yulius Suharta mengatakan, telah menurunkan 4 spanduk provokatif yang bertujuan mengadu domba dua bapaslon Noto dan Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo menjelang Pilkada 2020. Keempat spanduk itu diturunkan dari beberapa titik di Desa Panjangrejo, Pandak, Senin (14/9/2020) siang.

“Sudah diturunkan tadi. Kami berharap tidak ada lagi spanduk liar dan memiliki konten yang provokatif,” kata dia.