Agar Cuan, Hitung Modal Ternak Kurban Sebelum Iduladha 2026
Bisnis ternak sapi dan kambing jelang Iduladha 2026 masih menjanjikan, tetapi peternak harus menghitung modal dan risiko secara matang.
Bupati Bantul Suharsono/Ist
Harianjogja.com, BANTUL—Calon bupati dan wakil bupati Bantul pada Pilkada 2020 akan ditetapkan oleh KPU Bantul, 23 September mendatang. Namun, suhu politik di Bantul sudah mulai memanas. Bakal pasangan calon (bapaslon) Suharsono-Totok Sudarto (Noto) diterpa kampanye hitam.
Ketua Tim Pemenangan Noto Arif Iskandar mengatakan sudah ada dua pesan melalui aplikasi WhatsApp yang mengatasnamakan Suharsono. Pesan pertama dikirimkan pada 8 September lalu dan pesan kedua beredar pada Minggu (13/9/2020) malam.
“Keduanya memakai nomor dan gambar yang sama. Yakni gambar Pak Suharsono. Untuk yang semalam, nomor ini mengaku sebagai Pak Suharsono dan menghubungi salah satu pondok pesantren serta menjanjikan bantuan,” kata Arif, Senin (14/9/2020).
BACA JUGA: Jelang Cuti Bupati & Wakil Bupati Ikuti Pilkada, 5 Raperda di Bantul Harus Terselesaikan
Orang yang dihubungi kemudian berkomunikasi dengan Arif untuk klarifikasi . Tim Pemenangan Noto kemudian mengecek nomor tersebut dengan bantuan dari Bareskrim Mabes Polri. Nomor tersebut diregistrasi atas nama seorang perempuan berprofesi sebagai petani di Jawa Tengah.
“Saya sendiri juga telah melaporkan hal ini ke Kanit Intel Polres Bantul terkait dengan insiden ini. Kami menduga ada dua muatan yang mendasari tindakan pelaku, yakni murni kriminal, dan dugaan black campaign terhadap pasangan yang kami usung,” ujar Arif.
Dia meminta kepada semua warga di Bantul untuk tidak terpancing jika ada pesan atau telepon yang mengaku sebagai Bupati Suharsono.
BACA JUGA: Pria Ini Mampu Beli Sapi Berkat Layangan Bapangan
“Jika ada, hubungi kami saja. Jangan sampai tertipu dengan pelaku. Kami juga minta warga Bantul agar tidak terpancing dari tindakan pelaku yang sengaja mengacaukan situasi,” ucap Arif.
Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Bantul Yulius Suharta mengatakan, telah menurunkan 4 spanduk provokatif yang bertujuan mengadu domba dua bapaslon Noto dan Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo menjelang Pilkada 2020. Keempat spanduk itu diturunkan dari beberapa titik di Desa Panjangrejo, Pandak, Senin (14/9/2020) siang.
“Sudah diturunkan tadi. Kami berharap tidak ada lagi spanduk liar dan memiliki konten yang provokatif,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bisnis ternak sapi dan kambing jelang Iduladha 2026 masih menjanjikan, tetapi peternak harus menghitung modal dan risiko secara matang.
Apple dikabarkan akan mengubah Siri menjadi AI percakapan setara ChatGPT dan Gemini melalui pembaruan iOS 27 pada akhir 2026.
Libur panjang Mei 2026 membawa 35 ribu wisatawan ke Bantul dengan PAD wisata mencapai Rp506 juta, didominasi Pantai Parangtritis.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
KPAI menerima 426 kasus anak sepanjang Januari-April 2026 dengan dominasi kekerasan fisik, psikis, dan kejahatan seksual.