Rusunawa Bener Bakal Dijadikan Shelter bagi OTG

Foto ilustrasi. - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
16 September 2020 06:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Kebutuhan shelter bagi pasien orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 menjadi hal yang tidak bisa dipungkiri seiring meningkatnya penyebaran Covid-19 lewat OTG di wilayah kota Jogja. Oleh karena itu, Pemkot Jogja merencanakan penggunaan Rusunawa Bener, Jogja untuk dijadikan shelter guna menampung OTG yang tidak bisa melakukan isolasi mandiri di rumah.

Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan jika rencananya shelter bagi OTG di Rusunawa Bener, Tegalrejo, Jogja bakal dioperasikan sekitar minggu depan. Saat ini, pihaknya masih mempersiapkan agar infrastruktur yang ada di Rusunawa Bener mumpuni untuk dijadikan shelter bagi OTG.

Baca juga: Langgar Protokol, Ratusan Orang Dipaksa Bersihkan Malioboro Hingga Kawasan Tugu

"Sekarang kita sedang siapkan dan dibersihkan. Kita penuhi fasilitas di Rusunawa Bener agar mendukung sebagai shelter OTG. Minggu depan sudah siap semua. Kalau beberapa hal lain sudah tersedia di sana. Dari tempat tidur, kasur, maupun meja," ujar Heroe, Selasa (15/9/2020).

Adapun, ruangan yang nantinya bakal digunakan sebagai ruang isolasi mandiri bagi pasien OTG Covid-19 sebanyak 42 unit. Setiap unit ada dua kamar. Ukuran per unitnya adalah 36 meter persegi.

"Shelter Rusunawa Bener ditujukan kepada OTG yang masuk klaster maupun OTG yang tidak bisa isolasi mandiri di rumah," sambung Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkot Jogja ini.

Baca juga: Satu Lagi Positif, Total Sudah 11 Pedagang Malioboro Terinfeksi Corona

Sementara itu, Pemkot Jogja juga menyediakan shelter bagi pasien OTG Covid-19 yang membutuhkan perawatan medis. Shelter bagi OTG tersebut akan ditempatkan di RS Pratama.

"Ada delapan kamar di RS Pratama. Terutama, bagi OTG yang perlu penanganan medis. Untuk shelter di Rusunawa Bener kan bagi OTG yang tidak perlu perhatian khusus," imbuhnya

Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja Muhammad Ali Fahmi sebelumnya mengatakan jika selain menyiapkan rumah sakit rujukan untuk pasien positif Covid-19, Pemkot Jogja perlu menyediakan shelter sebagai tempat yang layak untuk isolasi pasien OTG.

"Di dalam Peraturan Menteri Kesehatan bahwa pasien OTG dapat isolasi mandiri di rumah, padahal ada sebagian pasien OTG yang punya anak balita dan lansia tinggal dalam satu rumah sehingga ada resiko terjadi penularan pada saat isolasi mandiri," ujar Fahmi melalui keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.

Pengadaan shelter, lanjut Fahmi, merupakan kebutuhan yang sangat mendesak mengingat semakin banyak jumlah pasien OTG di Kota Jogja. Shelter tersebut dinilai oleh Fahmi dapat memanfaatkan gedung milik Pemkot yang tidak atau belum digunakan, tentunya dengan disertai fasilitas penunjang termasuk ketercukupan makanan dan gizi serta dipantau secara rutin oleh dokter.

"Di samping itu Pemkot juga perlu persiapkan rumah sakit non-rujukan sebagai cadangan untuk isolasi jika shelter tidak mampu lagi menampung pasien OTG," pungkas Fahmi.