Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Petugas medis mengambil sampel darah para pedagang dalam tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Bantul, Bantul, Rabu (24/06/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Perdagangan Bantul berencana mengunjungi pasar tradisional setiap sepekan sekali untuk mengingatkan pedagang agar tetap mentaati protokol kesehatan Coronavirus Disease atau Covid-19, minimal selalu mengenakan masker, menjaga jarak, dan menyediakan tempat cuci tangan.
Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta mengatakan pada pekan lalu, pihaknya bersama forum komunikasi pimpinan kecamatan mengunjungi sejumlah pasar tradisional di wilayah Pandak dan Pundong. Hasilnya masih ada beberapa pedagang yang tidak mengenakan masker.
Baca juga: Pringgokusuman Pasang 330 Gentong Cuci Tangan
"Tapi tidak banyak hanya satu dua pedagang yang tidak mengenakan masker," kata Sukrisna, Selasa [15/9/2020]. Paling banyak yang dia temui adalah pedagang membawa masker namun dilepas di dagu atau leher dengan alasan pengap jika seharian mengenakan masker. "Kalau ada pembeli dipake, tapi kalau tidak ada pembeli dilepas," ucap dia.
Namun demikian Sukrisna menilai secara umum pedagang di pasar tradisional di Bantul sudah mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Akan tetapi pihaknya tetap untuk mengingatkan terus bagi pedagang yang masih melanggar protokol kesehatan. Rencananya kunjungan ke pasar sepekan sekali akan dilakukan bersamaan dengan kerja bakti pembersihan spanduk-spanduk iklan di pasar yang pemasangannya tidak rapi.
Baca juga: Terus Menggeliat, 50 Destinasi Wisata di Gunungkidul Telah Dibuka
Sejauh ini diakuinya tidak ada pasar tradisional yang tutup sementara karena Covid-19. Terakhir penutupan sementara pasar tradisional dilakukan pada Juli lalu, yakni Pasar Sungapan di Argodadi, Sedayu dan Pasar Sorobayan, Gadingsari Sanden.
Pantauan di Pasar Bantul Selasa (15/9/2020) pagi tidak terlihat ada kerumunan. Para pedagang juga sudah mengenakan masker, meski maskernya dilepas dan digunakan saat ada pembeli datang. Ada juga yang membawa masker, namun maskernya disimpan di lapak dagangan.
"Bawa kok maskernya ini," kata salah satu pedagang sayuran yang tidak mengenakan masker. Ia mengatakan maskernya digunakan saat melayani pembeli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Joanna Wietrzyk minta maaf setelah viral buang air besar saat lomba Hyrox di Beijing. Ia mundur secara retroaktif dan melepaskan poin kemenangannya.
Panpel Persija dilarang menggelar dua laga kandang di DKI, Banten, dan Jabar serta didenda Rp40 juta usai laga kontra Persib.
Gelaran Borobudur Indonesia Expo 2026 di Alun-Alun Kota Magelang pada 17-20 September 2026 diharapkan mampu menjadi pengungkit perekonomian daerah setempat
Pieter Huistra menanggapi komitmen suporter PSS-PSIM. Ia menyebut rivalitas wajar, tetapi dukungan kepada tim lebih penting.
Dokumen pengadilan yang baru dibuka mengungkap kekhawatiran internal Microsoft dan OpenAI soal penggunaan jutaan artikel berita untuk melatih AI.